EkonomiHeadline

Kelangkaan Gas 12 Kg Lumpuhkan UMKM di Banda Aceh, Pedagang Terpaksa Tutup Usaha

×

Kelangkaan Gas 12 Kg Lumpuhkan UMKM di Banda Aceh, Pedagang Terpaksa Tutup Usaha

Share this article
Pedagang UMKM di Banda Aceh, Husna. Foto: (Suara Aceh).

Banda Aceh – Kelangkaan gas LPG 12 kilogram yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Banda Aceh berdampak serius terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang terpaksa menutup usaha karena tidak mendapatkan pasokan gas untuk aktivitas produksi dan memasak.

Salah seorang pedagang UMKM di Banda Aceh, Husna, mengaku kelangkaan gas ini sangat memukul keberlangsungan usahanya. Ia menyebut, dalam sepekan terakhir, tokonya sudah beberapa kali tutup akibat kehabisan gas.

“Sudah sangat berdampak. Minggu lalu kami sampai tutup empat hari, dan minggu ini sudah dua hari tutup lagi. Kami ini pedagang UMKM, jadi sangat tergantung sama gas,” ujar Husna saat ditemui suara aceh, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, kondisi ini bukan hanya merugikan pemilik usaha, tetapi juga berdampak langsung terhadap para pekerja. “Kalau toko tutup, pegawai kami juga tidak bisa bekerja. Orang tidak bisa makan, orang tidak ada kerja,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini, terutama dengan meningkatkan stok gas di Banda Aceh. “Untuk pemerintah, sejujurnya tolong ditingkatkan lagi stok gasnya. Biar kami bisa buka toko lagi dan usaha bisa jalan,” ucapnya.

Husna juga menyinggung adanya dugaan kendala distribusi. “Kalau memang kekurangan kapal pengangkut gas, berarti pemerintah harus menambah armada atau sistem pasokannya. Jangan sampai kami yang di bawah jadi korban,” tambahnya.

Pantauan Suara Aceh di lapangan, sebagaimana terlihat pada foto, menunjukkan puluhan tabung LPG 12 kg berjejer rapi di pinggir jalan, ditinggalkan pemiliknya yang berharap mendapat giliran pengisian. Namun hingga berjam-jam menunggu, gas tak kunjung tersedia.

Sementara itu, di pangkalan gas PT Hoe Trangsa, terpampang jelas tulisan “Gas Habis” di pintu pagar yang terkunci. Pangkalan tampak tertutup tanpa aktivitas, dan tidak ada petugas yang dapat memberikan penjelasan kepada warga yang datang silih berganti untuk mempertanyakan kepastian pasokan.

Sejumlah warga mengaku sudah mendatangi beberapa pangkalan sejak pagi, namun semuanya dalam kondisi kosong. “Kami datang cuma mau tanya kapan gas masuk, tapi pangkalan tutup. Tidak ada penjelasan apa pun,” keluh seorang warga dengan nada kecewa.

Kelangkaan LPG 12 kg ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan memperparah tekanan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan rumah makan di banda aceh yang sangat bergantung pada ketersediaan gas. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan distribusi gas kembali normal, sekaligus memberikan informasi yang jelas agar masyarakat tidak terus menunggu dalam ketidakpastian.(*)