Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi merilis data terbaru penanganan bencana yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh. Hingga Minggu, 7 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, tercatat 18 kabupaten/kota, 225 kecamatan, dan 3.658 gampong terdampak banjir, longsor, dan cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir November lalu.
Dalam laporan resmi kepada Komando Posko, jumlah warga terdampak mencapai 464.432 kepala keluarga atau 1.872.419 jiwa.
Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan ribuan korban dengan rincian:
Luka ringan: 3.789 orang
Luka berat: 482 orang
Meninggal dunia: 382 orang
Hilang: 99 orang
Sementara itu, warga yang terpaksa mengungsi mencapai 945.434 jiwa yang tersebar di 1.978 titik pengungsian di seluruh Aceh.
Juru Bicara Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan bahwa proses evakuasi dan penyisiran korban terus berlangsung.
“Tim gabungan masih bekerja tanpa henti di lapangan. Pendataan terus diperbarui, dan fokus utama saat ini adalah menjangkau wilayah terisolir, mengevakuasi warga, serta memastikan bantuan tiba tepat waktu,” ujar Murthalamuddin.
Kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik tercatat cukup parah, meliputi:
Perkantoran: 205 unit
Tempat ibadah: 209 unit
Sekolah: 279 unit
Pondok pesantren: 15 unit
RS/puskesmas: 126 unit
Jaringan transportasi juga mengalami gangguan berat dengan 461 titik jalan rusak dan 332 jembatan putus atau terdampak.
Selain korban jiwa, kerugian materiel juga sangat signifikan, meliputi:
Rumah penduduk: 156.404 unit
Ternak: 56.274 ekor
Sawah: 65.105 hektare
Kebun: 14.741 hektare
Tambak: 40.328 hektare
Pemerintah Aceh memastikan transparansi dalam penyampaian informasi. Data detail per kabupaten/kota dapat diakses melalui:
Portal Satu Data Aceh: https://pintu.acehprov.go.id/topics?id=bencana-alam
Drive Data Bersama: https://bit.ly/LAP_TDA2025
Posko utama berlokasi di Ruang Potda 1 Lantai 3, Kantor Gubernur Aceh, dengan layanan informasi melalui email poskobencanaaceh@gmail.com.
Murthalamuddin menegaskan bahwa seluruh pihak terus meningkatkan koordinasi.
“Kami bekerja bersama TNI, Polri, BNPB, perangkat kabupaten/kota, relawan, dan seluruh stakeholder. Tujuan kita sama: memastikan seluruh warga terdampak terlayani, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Pemerintah Aceh juga menekankan bahwa proses pendataan, evakuasi, dan distribusi bantuan akan terus dimaksimalkan hingga seluruh wilayah pulih dari dampak bencana.(*)












