Banda Aceh – Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengirimkan puluhan relawan kesehatan untuk memperkuat respons kemanusiaan pascabencana hidrometeorologi di Aceh. Sebanyak 23 relawan Batch II yang terdiri dari mahasiswa dan alumni diberangkatkan menuju Kabupaten Pidie Jaya, menyusul 12 relawan Batch I yang telah bertugas sejak tiga hari sebelumnya. Dengan demikian, total 35 perawat relawan sudah dikerahkan oleh FKep USK.
Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS, menyampaikan apresiasi atas besarnya antusiasme sivitas akademika untuk turun langsung membantu masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa respons cepat tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk mencegah meningkatnya kasus penyakit pascabencana.
“Masyarakat terdampak memiliki risiko penyakit-penyakit akibat dan pascabencana. Untuk itulah kami mencoba hadir secara langsung di tengah-tengah mereka,” ujar Prof. Tahlil.
Relawan Batch II ini dijadwalkan diperbantukan di RSUD Pidie Jaya, khususnya di Ruang IGD, rawat inap, dan unit-unit layanan yang membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat penanganan kegawatdaruratan sekaligus mempercepat pemulihan layanan kesehatan yang sebelumnya terganggu akibat banjir dan longsor.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama FKep USK, Dr. Ns. Hilman Syarif, M.Kep., S.Kep., MB, menyebut pengiriman relawan ini merupakan bentuk nyata implementasi misi “Kampus Berdampak” USK.
“Kontribusi ini mencerminkan peran strategis perawat dalam kebencanaan, mulai dari triase, stabilisasi kondisi darurat, edukasi kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi korban,” ungkap Hilman.
Walaupun akses ke sejumlah wilayah lain masih terputus akibat kerusakan infrastruktur, FKep USK menegaskan bahwa keberangkatan Batch II tetap berjalan demi membantu penanganan kesehatan di Pidie Jaya yang merupakan salah satu daerah terdampak paling berat.
FKep USK juga membuka peluang untuk pengiriman relawan ke lokasi lain apabila kondisi memungkinkan dan kebutuhan semakin meningkat.
Pada pemberangkatan tersebut, para relawan turut didampingi oleh Wakil Dekan Sumber Daya dan Keuangan FKep USK, Prof. Dr. Ners. Marlina, S.Kep., M.Kep., Sp.MB, yang memastikan kesiapan tim baik dari sisi kompetensi maupun kelengkapan medis.
USK menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam upaya pemulihan kesehatan dan kemanusiaan di Aceh hingga masa tanggap darurat berakhir.(*)












