Aceh Besar – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Besar secara terus-menerus dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Krung Aceh kembali meluap. Debit air yang meningkat tajam membuat sungai tidak mampu menampung aliran, sehingga banjir meluap ke permukiman dan menggenangi kandang ternak milik warga di bantaran sungai, khususnya di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (27/11/2025).
Iskandar, salah seorang peternak sapi setempat, mengungkapkan bahwa banjir yang datang tiba-tiba memaksa mereka mengungsikan ternak ke atas tanggul demi menghindari risiko sapi tenggelam atau terseret arus.
“Air datang mendadak. Kami terpaksa menaikkan sapi ke atas tanggul supaya tidak hanyut. Kalau tetap di kandang, bisa tenggelam,” ujar Iskandar.
Ia menyebutkan, meski berada di lokasi yang lebih aman, para peternak kini menghadapi kesulitan baru. Akses menuju kandang terputus dan pakan ternak sulit didapat karena kondisi darurat, membuat mereka sangat bergantung pada perhatian pemerintah daerah.
“Di atas tanggul memang aman, tapi kami susah beri pakan. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah karena kami hanya mengandalkan usaha ternak ini untuk hidup,” tambahnya.
Iskandar juga menjelaskan bahwa banjir di bantaran Krung Aceh merupakan kejadian tahunan yang biasanya terjadi dua kali, yakni pada Oktober dan Desember. Namun pada tahun 2025 ini, banjir baru terjadi satu kali. Meski demikian, warga tetap waspada dan khawatir banjir susulan akan terjadi pada penghujung tahun sebagaimana pola tahunan sebelumnya.
“Banjir biasanya dua kali setahun. Tahun ini baru sekali, tapi kami tetap khawatir gelombang berikutnya datang lagi di bulan dua belas,” ujarnya.
Para peternak berharap pemerintah kabupaten dapat menyusun langkah mitigasi jangka panjang, mulai dari perbaikan aliran sungai, penyediaan pakan darurat, hingga dukungan langsung bagi peternak yang menjadi korban banjir berulang di sepanjang bantaran Sungai Krung Aceh. Mereka berharap solusi yang lebih permanen dapat segera diwujudkan agar usaha ternak yang menjadi sumber utama penghidupan warga tidak terus terganggu setiap musim hujan. (*)













