HeadlinePemerintah

Biro PBJ Setda Aceh Tingkatkan Kompetensi ASN Lewat Mini Kompetisi Konstruksi Katalog Versi 6

×

Biro PBJ Setda Aceh Tingkatkan Kompetensi ASN Lewat Mini Kompetisi Konstruksi Katalog Versi 6

Share this article
Peserta pelatihan mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengelola PBJ bertema “Mini Kompetisi Konstruksi Katalog Versi 6” di Ruang Training Lantai 3 Biro PBJ Setda Aceh, Banda Aceh, Kamis (30/10/2025). Foto: (Dokumen Biro PBJ Setda Aceh).

Banda Aceh – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Aceh terus berinovasi dalam meningkatkan kapasitas aparatur di bidang pengadaan. Melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa dengan tema “Mini Kompetisi Konstruksi Katalog Versi 6”, seluruh Pejabat Fungsional Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ) di lingkungan Biro PBJ dilatih untuk menguasai sistem katalog elektronik terbaru.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Training Lantai 3 Biro PBJ Setda Aceh ini bertujuan memperdalam pemahaman dan kemampuan teknis ASN dalam menggunakan Katalog Elektronik Versi 6 yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh, Said Mardhatillah, S.STP., M.M., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat profesionalisme aparatur di bidang pengadaan.

“Mini kompetisi ini menjadi sarana pembelajaran yang interaktif sekaligus menumbuhkan semangat inovasi dalam pelaksanaan pengadaan melalui katalog elektronik. Dengan memahami fitur-fitur baru pada Katalog Versi 6, para pejabat fungsional dapat bekerja lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Said Mardhatillah.

Melalui sesi simulasi dan praktik langsung, peserta dilatih untuk menggunakan fitur mini competition pada Katalog Versi 6, yang memungkinkan proses pemilihan penyedia konstruksi dilakukan secara lebih efisien dan kompetitif.

Kegiatan ini juga memperkuat komitmen Biro PBJ Setda Aceh dalam mendukung penerapan sistem pengadaan elektronik nasional yang modern, transparan, dan berintegritas, sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pejabat fungsional PBJ di Aceh mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi pengadaan dan siap menerapkannya dalam tugas sehari-hari,” tambah Said.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pengelola pengadaan di lingkungan Pemerintah Aceh semakin profesional dan siap menghadapi tantangan digitalisasi sistem pengadaan barang/jasa pemerintah.(*)