Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat keilmuan dan inovasi di Aceh dengan mengukuhkan empat guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan melalui Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas (SAU) yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Senin (30/6/2025).
Prosesi pengukuhan dipimpin Ketua Senat Akademik Universitas, Prof. Dr. Ir. Abubakar, M.S., dan disaksikan langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan. Keempat profesor yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. drh. Sri Wahyuni, M.Si.; Prof. Dr. drg. Cut Soraya, M.Pd., Sp.KG; Prof. Dr. dr. Sulaiman Yusuf, Sp.A(K); dan Prof. Dr. Ns. Marlina, S.Kep., M.Kep., Sp.MB.
Rektor USK menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen USK dalam mendorong peningkatan kualitas akademik dan kontribusi riset yang nyata bagi masyarakat.
> “Alhamdulillah, tahun ini USK akan mengukuhkan 37 profesor baru. Hingga kini, total profesor aktif di USK telah mencapai 216 orang, atau 10% dari total jumlah dosen. Ini adalah pencapaian strategis dalam perjalanan menuju universitas berkelas dunia,” ujar Prof. Marwan.
Ia juga menggarisbawahi makna istimewa dari pengukuhan kali ini, karena tiga dari empat profesor yang dikukuhkan adalah perempuan. “Ini adalah bukti bahwa dosen perempuan USK mampu menembus batas dan meraih prestasi tertinggi di bidang akademik,” tambahnya.
Riset yang Menjawab Kebutuhan Nyata
Dalam pengukuhan tersebut, masing-masing profesor memaparkan kontribusinya yang berakar kuat pada kebutuhan masyarakat serta mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Prof. Dr. drh. Sri Wahyuni, M.Si. memfokuskan risetnya pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan Sapi Aceh melalui pendekatan anatomi reproduksi. Ia menemukan metode presisi untuk mengukur tingkat fertilitas sapi jantan melalui pengamatan mikroskopis akrosom spermatozoa.
Prof. Dr. drg. Cut Soraya, M.Pd., Sp.KG. menghadirkan inovasi dalam perawatan saluran akar gigi dengan mengembangkan larutan irigasi berbahan dasar daun kelor dan karbon quantum dots. Temuannya menjadi terobosan dalam dunia konservasi gigi yang aman, efektif, dan ramah lingkungan.
Prof. Dr. dr. Sulaiman Yusuf, Sp.A(K) meneliti hubungan antara stunting dan mikrobiota usus anak dengan pendekatan mutakhir menggunakan Next Generation Sequencing. Penelitiannya menunjukkan bahwa anak stunting memiliki keragaman mikrobiota usus yang rendah, membuka jalan baru untuk pencegahan stunting berbasis mikrobiologi.
Sementara itu, Prof. Dr. Ns. Marlina, S.Kep., M.Kep., Sp.MB. mengembangkan Model Independensi Perawatan Diri bagi pasien stroke. Pendekatannya mengedepankan kemandirian pasien dalam proses pemulihan, yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan sistem layanan kesehatan berbasis komunitas.
Rektor Prof. Marwan menegaskan, kiprah keempat profesor ini sejalan dengan misi USK untuk menghasilkan inovasi yang tidak hanya berhenti di jurnal, tetapi menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
> “USK tidak hanya melahirkan guru besar, tapi pemikir dan pelopor perubahan. Kita ingin seluruh riset yang lahir dari kampus ini memberi dampak, memperkuat identitas lokal, dan menjawab tantangan global,” tutupnya.
Pengukuhan ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong para dosen muda USK agar terus berkarya, melahirkan inovasi, dan menjadikan USK sebagai pusat unggulan riset di Indonesia bagian barat. (*)













