Banda Aceh – Wachjono secara resmi berakhir ditugaskan sebagai Regional CEO BSI Aceh setelah memasuki masa purna bakti.
Wachjono menjabat sebagai Regional CEO BSI Aceh sejak 1 Mei 2024 menggantikan pendahulunya, Wisnu Sunandar.
“Dalam kurun waktu setahun kepemimpinan Wachjono telah terjalin komunikasi yang cukup baik dengan insan pers khususnya yang bernaung di bawah organisasi PWI,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin menanggapi akhir tugas figur bankir tersebut.
Menurut Nasir, komunikasi yang terjalin dengan BSI Aceh cukup baik, bahkan sebelum Wachjono menduduki jabatan tersebut.
“Pendahulu beliau, seperti Pak Wisnu Sunandar telah membangun komunikasi dan kemitraan yang sangat baik dengan PWI dan tradisi yang diteruskan oleh Wachjono,” ujar Nasir.
“Terima kasih atas berbagai bantuan dan kerja sama yang dilakukan dengan PWI Aceh selama ini, kami mohon maaf apabila banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan,” kata Nasir Nurdin.
Nasir mengatakan, dalam setahun terakhir, BSI dan PWI telah melakukan banyak hal untuk meningkatkan kapasitas wartawan terkait perbankan dengan mengikuti press conference di sejumlah provinsi.
“Lebih dari sekedar refreshing dan silaturahmi, kegiatan seperti itu secara langsung bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan wartawan tentang dunia perbankan khususnya kiprah BSI dalam menjalankan operasionalnya,” kata Nasir.
Belum lama ini, tepatnya Kamis, 24 April 2025, digelar Simposium Ekonomi: Kolaborasi PWI Aceh dan BSI mendukung Perkembangan UMKM Aceh.
Dalam Simposium Ekonomi yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung Landmark BSI Aceh, sebanyak 50 wartawan dari berbagai media termasuk Ketua dan Sekretaris PWI se-Aceh berkumpul untuk membahas peran media dalam mendukung penguatan ekonomi daerah berbasis UMKM.
“Alhamdulillah, banyak sekali informasi yang didapat wartawan pada simposium tersebut terutama terkait UMKM binaan BSI. Kami akan terus menjadi mata dan telinga BSI dalam mengumpulkan aktivitas pelaku UMKM di Aceh pada khususnya,” ujar Nasir Nurdin.
Dalam penilaian Nasir, selama memimpin BSI Aceh, Wachjono berhasil meninggalkan berbagai prestasi gemilang yang membawa kemajuan signifikan bagi bank tersebut.
Di bawah kepemimpinan Wachjono, BSI Aceh mencatat pertumbuhan aset dan laba yang stabil, memperluas layanan digital, serta fokus pada pemberdayaan UMKM yang berdampak positif pada perekonomian lokal.
Wachjono juga berhasil meningkatkan inklusi keuangan dengan memperluas jangkauan produk perbankan syariah kepada masyarakat Aceh.
Di bawah kepemimpinan Wachjono, BSI Aceh berhasil mencatatkan pertumbuhan aset dan laba yang meningkat, penetrasi produk perbankan syariah di daerah, serta memperluas jaringan layanan digital yang memudahkan nasabah.
Program-program inovatif yang diluncurkan juga fokus pada pemberdayaan UMKM, pembiayaan KUR yang selalu melebihi target yang ditetapkan serta gerakan inklusi keuangan, menjadi tidak penting bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.
Selain itu, Wachjono dikenal sebagai sosok yang akrab dengan pemangku kepentingan serta masyarakat Aceh selama masa jabatannya.
Wachjono menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, mitra kerja, dan masyarakat Aceh atas dukungan dan kerja sama selama ini.
“Saya bangga dapat berkontribusi dalam perkembangan perbankan serta pembangunan ekonomi di Aceh dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujarnya, Minggu, 1 Juni 2025.
“Saya berpamitan dan mohon maaf kepada pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat Aceh, jika ada kekhilafan dalam berinteraksi selama ini,” sambungnya.
Dengan berakhirnya masa jabatan Wachjono, BSI Aceh siap melanjutkan langkah positif dan inovasi yang telah dibangun.
Penggantinya adalah Imsak Ramadhan, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Pembiayaan Kantor Wilayah 3 Palembang.[*]












