Ragam

Dirjen Dikti Jaring Aspirasi Pendidikan Tinggi dengan Akademisi USK

×

Dirjen Dikti Jaring Aspirasi Pendidikan Tinggi dengan Akademisi USK

Share this article
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof.Dr.Ir. Khairul Munadi, M.Eng melakukan kunjungan kerja ke Universitas Syiah Kuala, 7 Februari 2025. Foto: Humas USK.

Banda Aceh – Dirjen Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Prof.Dr.Ir. Khairul Munadi, M.Eng melakukan kunjungan kerja ke Universitas Syiah Kuala untuk menjaring aspirasi terkait dunia pendidikan tinggi dengan akademisi USK. Kunjungan Dirjen Dikti ini disambut Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Balai Senat USK, Banda Aceh, 7 Februari 2025.

Pada kesempatan itu, Khairul Munadi menjelaskan peran dunia pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan bangsa. Ia mengatakan, Kemdiktisaintek telah menargetkan perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Tata Kelola perguruan tinggi yang otonom dan lebih berdampak pada masyarakat menjadi suatu hal yang penting yang perlu ditransformasi.

Menurutnya, perlu ada reorientasi dari bentuk otonomi perguruan tinggi saat ini, terutama Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH) seperti USK.

“Kemdiktisaintek tengah mengkaji peraturan untuk menghadirkan kelincahan dan kebebasan dalam tata kelola perguruan tinggi, pengembangan akademik, dan variabel lain yang berkontribusi terhadap kontribusi pendidikan tinggi bagi pembangunan,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, kontribusi perguruan tinggi pada pembangunan dapat meningkatkan kualitas perguruan tinggi secara internal juga memajukan masyarakat sekitar. Ia mencontohkan, USK harus ikut mengintervensi kualitas rendah numerasi siswa SMA Umum di Aceh dengan skor 55,97% sebagaimana data Rapor Pendidikan 2024.

“Kalau angka ini saja tidak terselesaikan, siswa yang masuk ke USK pun akan menjadi permasalahan baru,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Rektor menyambut baik atas kunjungan Dirjen Dikti ini. Kunjungan ini terasa istimewa karena Khairul Munadi merupakan Guru Besar USK yang saat ini telah diamanahkan untuk menjadi Dirjen Dikti.

Lalu Rektor mengatakan, gagasan Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan perguruan tinggi otonom lebih berdampak dapat ditetapkan.

“Kami sangat mengharapkan segera ada peraturan atau Arahan tertulis.
Sehingga dapat menjadi rujukan dalam proses perencanaan kelembagaan kami,” ucap Rektor.

Selanjutnya para akademisi dan pimpinan USK juga turut menyampaikan aspirasinya terhadap tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini. Para sejarawan USK juga merespon positif terhadap gagasan Kemendikti Saintek terhadap kemajuan mutu dunia perguruan tinggi di Indonesia.

Selain itu, para akademisi USK juga mengungkapkan berbagai tantangan yang selama ini dihadapi. Mulai dari regulasi mahasiswa asing seperti yang dialami oleh mahasiswa internasional di Fakultas Kedokteran USK, keluhan terkait sertifikasi dosen yang disampaikan beberapa peserta diskusi, hingga pengelolaan kelembagaan program studi dan fakultas. (*)