Banda Aceh – Pemerintah secara resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/1/2025). Di Aceh, program yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto tersebut diawasi langsung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.
Kepala BPKP Aceh, Supriyadi mengatakan bahwa pada awal Desember lalu, pihaknya melakukan pemantauan kesiapan dari yayasan yang bertugas mendistribusikan makanan tersebut. Pihaknya langsung turun ke lapangan untuk memastikan kesiapan bahan baku, tenaga kerja, dan peralatan dapur.
“Awal Desember kita sudah memantau persiapan dapurnya, meskipun saat itu memang dari segi peralatan dan sebagainya belum. Kemudian baru tanggal 1 Januari kita mulai agak serius dan mendorong agar ini dapat berjalan dengan baik,” katanya, Senin (6/1/2025).
Supriyadi menjelaskan bahwa pihak yayasan di Lambhuk yang bertugas mendistribusikan makanan sudah siap menjalankan program ini dengan sejumlah bahan baku yang telah tersedia untuk tiga hari ke depan dan tenaga kerja yang berjumlah lebih dari 40 orang.
“Saya menyarankan untuk persiapan ke depan, jangan tiga hari saja stok bahan baku, paling tidak stok ada seminggu, jadi setiap hari diolah, setiap hari bertambah,” ujar Supriyadi.
Dalam kesempatan itu, Supriyadi menjelaskan bahwa program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah dijalankan di beberapa wilayah seperti Jakarta, akan terus diperluas dan diimplementasikan di seluruh Indonesia, dengan Aceh menjadi salah satu pilot project yang ditargetkan selesai pada bulan Juni mendatang.
“Di Aceh, kami sudah menyiapkan 750 SPPG. Kami juga berkolaborasi dengan Universitas Pertahanan yang telah meminta narasumber untuk memberikan pelatihan terkait SPPG,” jelasnya.
Supriyadi menekankan pentingnya komitmen dalam pengelolaan program ini, dari penyediaan bahan baku hingga distribusi ke siswa. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung perekonomian lokal dengan melibatkan petani dan UMKM.
“Ke depan, kami berharap bahan baku bisa langsung diambil dari petani, dan kualitasnya sudah distandarisasi dengan baik. Ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga mendukung ekonomi lokal dan menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. [*]













