Aceh Besar – Mahasiswa dan santri Yayasan Iskandar Muda Lamteuba, Aceh Besar dilatih ketrampilan mengolah hasil pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomis.
Adapun produk yang diolah tersebut yaitu jahe instan, permen buah, jus kulit buah naga, salat buah, hingga berbagai jenis selai buah.
Kepala Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Iskandar Muda Lamteuba Riantofani menjelaskan, bahwa pelatihan pengolahan hasil pertanian dilaksanakan selama 15 hari di BLKK yang diikuti 16 santri, mahasiswa dan masyarakat.
Kegiatan ini digelar atas kerjasama Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Teuku Umar Banda Aceh. Para peserta dilatih oleh M. Iqbal, instruktur nasional dan Budi Rizka sebagai asisten.
Pengurus yayasan Iskandar Muda Bustamam Ali, meminta peserta untuk mengembangkan produksi tersebut sebagai upaya peningkatan ekonomi gampong khususnya keluarga.
“Kalau ini terus dikembangkan akan menjadi lapangan kerja baru dari lulusan. Jangan berhenti sampai di sini,” ujar Bustamam didampingi Wakil Rektor I UNIDA Sulaiman dan koordinator kampus Lamteuba, Hamdani, Kamis (18/7/2024).
Disamping itu, Rektor Unida Prof Syafei Ibrahim menuturkan, ampus alam Yayasan Iskandar Muda Lamteuba Aceh Besar berdiri di atas lahan sekitar 32 hektar. Selain itu juga memiliki pesantren dan ditempati mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di lahan tersebut.
“Saat ini terdapat tiga program studi Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi dan Agroteknologi. Bahkan mahasiswa mendiami kampus alam tersebut ada yang sudah wisuda dan mereka berasal dari Simeulue,” kata Syafei Ibrahim.
“Pelatihan yang berlangsung 24 Juni sampai 14 Juli 2024, diharapkan para peserta mampu memproduksikan hasil pertanian yang diminati masyarakat. Hal ini sekaligus menjadi lapangan kerja baru yang meningkatkan ekonomi gampong,” tambahnya.[*]













