Beranda Parlementaria Banleg DPRK Banda Aceh: Tiga Qanun Dalam Waktu Dekat ini Siap Diparipurnakan

Banleg DPRK Banda Aceh: Tiga Qanun Dalam Waktu Dekat ini Siap Diparipurnakan

83
0
BERBAGI

Banda Aceh- Anggota Badan Legilasi (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Aiyub Bukhari mengatakan, dari Program Legislasi Daerah (Prolegda) masing-masing komisi diberikan satu inisiatif qanun.

“Dari Komisi II sudah menyelesaikan satu rancangan qanun tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Banda Aceh, dan tinggal diparipurnakan saja,” kata Aiyub Bukhari, Jumat, 6 November 2020.

Aiyub menyampaikan, nantinya dalam paripurna juga bakal diberikan tanggapan oleh semua fraksi-fraksi yang ada di lembaga wakil rakyat ini.

“Qanun itu tentang PDAM, Era Ulang, Mahirah Muamalah. Mudah-mudahan ketiga qanun ini akan diterima dan dibahas bersama,” ujarnya.

Pada pembahasan rancangan qanun itu, kata Aiyub, ada beberapa kendala yang dirasakan oleh anggota Banleg sendiri, terutama karena pandemi virus corona (Covid-19), hingga keterbatasan anggaran pembuatan qanun.

“Kita saat ini dalam situasi saat ini ditengah pandemi Covid-19, ada beberapa tenaga ahli juga berhalangan hadir. Dana juga yang sangat terbatas, karna sudah di refocusing ke penanganan Covid-19. Selain itu juga waktu yang singkat,” jelas Aiyub.

Aiyub menyebutkan, walaupun dengan keterbatasan waktu dan padatnya jadwal, DPRK Banda Aceh akan mengejar target itu. Apalagi, pada akhir Desember nanti penuh dengan agenda pembahasan lain seperti APBK, hingga pengesahan.

Aiyub optimis dengan sisa waktu yang tersedia dan qanun itu akan segera disahkan. DPRK Banda Aceh, kata dia, akan manfaatkan waktu yang singkat dan padat semaksimal mungkin.

“Walaupun tidak semua iniasiatif qanun selesai pada 2020, tapi ini adalah babak baru, sebelumnya tidak pernah ada qanun inisiatif,” sebut Aiyub.

Aiyub menyampaikan semua qanun yang akan dibahas itu sifatnya sangat mendesak untuk segera dilakukan pengesahan.

Tetapi, lanjutnya, qanun yang lebih mendesak lagi itu yakni APBK, APBK-Perubahan, pertanggung jawaban, kemudian rencana detail Tata Ruang Kota Banda Aceh, kota layak anak, kemudian qanun mukim.

Aiyub berharap mengharapkan semua yang terlibat dalam pembahasan dalam rancangan qanun itu agar memanfaatkan waktu semaksimal mungkin.

“Dengan kerja keras dari semua anggota DPRK, serta usaha yang maksimal, walaupun dengan keterbatasan waktu, InsyaAllah akan kita selesaikan,” tutur Aiyub.(R) 

BERBAGI