BANDA ACEH – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di pelataran Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan keuangan syariah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Aceh.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal berbagai produk dan layanan keuangan syariah serta mampu memanfaatkannya secara bijak untuk memenuhi kebutuhan finansial dan mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan SYAFIF Goes to Aceh 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara industri jasa keuangan, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah.
“BSI Regional Aceh mendukung pelaksanaan SYAFIF Goes to Aceh 2026 sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan produk keuangan syariah, tetapi juga mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan produktif,” ujar Imsak.
Festival keuangan syariah ini menghadirkan berbagai stan industri jasa keuangan yang menawarkan beragam produk perbankan dan layanan keuangan berbasis syariah. Pengunjung dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai pilihan produk keuangan serta manfaatnya untuk mendukung kebutuhan finansial, perencanaan masa depan, dan pengembangan usaha.
Selain pameran jasa keuangan, SYAFIF Goes to Aceh 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), talkshow dan edukasi literasi syariah, aneka perlombaan, hingga pembagian voucher dan doorprize menarik.
Kehadiran bazar UMKM menjadi bagian dari upaya mendukung pemberdayaan pelaku usaha lokal. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM berkesempatan memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang berkunjung.
Sementara itu, kegiatan talkshow dan edukasi literasi syariah diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip-prinsip keuangan syariah, manfaatnya, serta cara memanfaatkan produk dan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
Imsak menegaskan bahwa penguatan ekosistem ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Peningkatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses layanan keuangan, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan aktivitas ekonomi produktif.
“Ekosistem ekonomi syariah yang kuat tidak hanya ditopang oleh industri perbankan, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, pertumbuhan UMKM, serta sinergi berbagai pihak. Melalui kegiatan seperti SYAFIF ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari layanan keuangan syariah dan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi produktif di Aceh,” tutup Imsak.(*)













