ACEH BESAR – Satu unit kios penjual durian di Gampong Tumbo, Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, terbakar pada Kamis (8/10/2026) sore. Kios yang berada di Jalan Banda Aceh–Medan tersebut mengalami kerusakan berat.
Kios tersebut diketahui milik Saifuddin (77), warga Gampong Tumbo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan informasi kebakaran diterima Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar melalui nomor Emergency Call pada pukul 16.28 WIB.
“Begitu informasi kami terima melalui nomor Emergency Call, petugas Damkar BPBD Aceh Besar Pos Induk Sibreh langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Ridwan Jamil.
Menurutnya, BPBD Aceh Besar mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran dengan dukungan delapan personel untuk menangani kebakaran tersebut.
Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Petugas juga melakukan pemblokiran api untuk mencegah kobaran api meluas dan menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga melakukan pemblokiran untuk mencegah api menjalar dan meluas ke bangunan lain. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api,” ujarnya.
Ridwan menjelaskan, proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 16.55 WIB. Dalam penanganan tersebut, petugas Damkar BPBD Aceh Besar turut mendapat dukungan dari personel TNI melalui Koramil setempat, Polri melalui Polsek setempat, serta masyarakat.
“Kami mengapresiasi dukungan dari TNI, Polri dan masyarakat yang ikut membantu proses penanganan di lapangan. Sinergi seluruh unsur sangat membantu petugas dalam mengendalikan kebakaran,” katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, kata Ridwan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun, satu unit kios dengan konstruksi kayu mengalami kerusakan berat.
“Alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Untuk dampak material, satu unit kios konstruksi kayu mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Ridwan mengatakan hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum adanya hasil pemeriksaan dari pihak terkait.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Kita menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti sumber dan penyebab terjadinya kebakaran,” jelasnya.
Ridwan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang menggunakan material mudah terbakar seperti kayu.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran agar petugas dapat bergerak cepat melakukan penanganan.
“Kami mengimbau masyarakat apabila melihat adanya kebakaran atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar segera melaporkannya kepada petugas. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula upaya penanganan dapat dilakukan,” pungkas Ridwan.(*)













