ACEH BESAR – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelar silaturahmi bersama organisasi dan asosiasi pers di Aceh di The Pade Hotel, Lampenerut, Aceh Besar, Jumat (21/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aceh Besar Muharram Idris dan Wakil Bupati Aceh Besar Syukri. Silaturahmi menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan insan pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Sejumlah organisasi dan asosiasi pers turut hadir, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, PWI Aceh Besar, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), serta Ikatan Wartawan Online (IWO).
Silaturahmi tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan perusahaan pers dan wartawan yang selama ini berperan dalam menyampaikan berbagai informasi dan perkembangan di Aceh, khususnya Aceh Besar.
Dalam sambutannya, Bupati Muharram Idris menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini telah memberitakan berbagai persoalan dan perkembangan di Aceh Besar.
Ia menilai peran media sangat penting mengingat wilayah Aceh Besar yang luas dan terdiri atas 23 kecamatan yang tersebar. Kondisi tersebut membuat pemerintah membutuhkan dukungan media untuk memastikan informasi dari berbagai wilayah dapat diketahui masyarakat.
“Karena luasnya wilayah Aceh Besar, kita sangat membutuhkan informasi agar kejadian di seluruh wilayah dapat terjangkau. Untuk itu, peran media sangat penting,” ujar Muharram.
Menurutnya, dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk bencana alam, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk organisasi pers, diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Muharram juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat.
Perkembangan teknologi, mulai dari WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menurutnya telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Di satu sisi, teknologi memberikan banyak manfaat. Namun di sisi lain, teknologi juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan hoaks, membuat informasi palsu hingga melakukan penipuan dengan mengatasnamakan pejabat.
Ia mencontohkan modus penipuan yang menggunakan identitas pejabat melalui media sosial dan aplikasi pesan. Pelaku dapat menggunakan foto serta informasi pejabat yang tersedia di media sosial untuk meyakinkan calon korban.
Bahkan, kata Muharram, pelaku dapat menggunakan teknologi AI untuk membuat bukti transfer palsu sehingga korban percaya telah menerima kiriman uang.
“Teknologi ini seharusnya digunakan untuk hal-hal positif, tetapi ada yang menggunakannya untuk menipu masyarakat,” katanya.
Karena itu, Muharram mengajak insan pers memperkuat kolaborasi dan menjadi salah satu sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.
Ia berharap media resmi dapat membantu melakukan klarifikasi apabila muncul informasi palsu atau konten yang mengatasnamakan pemerintah maupun pejabat.
“Kalau ada berita yang memang tidak semestinya, ada media resmi yang bisa langsung menjawab bahwa itu bukan bagian dari media resmi atau informasi tersebut adalah hoaks,” ujarnya.
Muharram juga menegaskan komitmennya membangun pemerintahan yang inklusif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk ulama, pengusaha dan insan pers.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilkada merupakan bagian dari proses demokrasi dan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun komunikasi serta kerja sama setelah kontestasi politik berakhir.
Ia berharap silaturahmi antara Pemkab Aceh Besar dan organisasi pers dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga terbangun komunikasi yang sehat dan konstruktif dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kalau kita tidak duduk bersama dan tidak bersatu, kita bisa tidak tahu lagi mana kawan dan mana lawan. Karena itu, saya mengajak para insan pers untuk berpikir positif dan bersama-sama membangun Aceh Besar,” pungkasnya.(*)













