HeadlineRagam

USK Fokuskan KKN 2026 pada Penguatan Literasi dan Pemulihan Pascabencana

×

USK Fokuskan KKN 2026 pada Penguatan Literasi dan Pemulihan Pascabencana

Share this article
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti pembekalan KKN Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (1/7/2026). Foto: (Humas USK).

BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadikan penguatan literasi sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi 2026. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan budaya membaca masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial bagi warga yang terdampak bencana.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Dr. Okta, mengatakan bahwa literasi merupakan kompetensi yang semakin penting di era digital. Kemampuan literasi dinilai menjadi bekal utama bagi masyarakat dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi secara bijak di tengah derasnya arus informasi.

“Di era digital, literasi menjadi kemampuan yang semakin penting karena dapat membuka wawasan serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan,” ujar Dr. Okta saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa peserta KKN di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, USK selama ini telah menjalin kerja sama dengan Perpustakaan Nasional dalam berbagai program penguatan literasi. Kolaborasi tersebut semakin diperkuat setelah bencana siklon tropis yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir tahun lalu.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, USK menginisiasi penggalangan donasi buku yang kemudian disalurkan kepada anak-anak di wilayah terdampak. Menurut Dr. Okta, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, tetapi juga membantu proses pemulihan psikososial anak-anak pascabencana.

“USK secara intensif menggalang donasi buku yang kemudian didistribusikan kepada anak-anak di wilayah terdampak bencana. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan psikososial (healing) bagi anak-anak pascabencana,” katanya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan diri dengan memahami kondisi sosial masyarakat di lokasi penempatan KKN. Meski bencana telah berlalu sekitar delapan bulan, menurutnya masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan dukungan moral.

Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta menjadi bagian dari proses pemulihan di wilayah penugasan.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat menjadi bagian dari upaya memulihkan semangat masyarakat serta sedikit meringankan luka yang masih dirasakan oleh para penyintas bencana,” ujarnya.

Melalui KKN Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi 2026, USK menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata. Selain memperkuat budaya literasi, program tersebut diharapkan mampu mendorong pemulihan sosial dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah di Aceh.(*)