Aceh Besar — Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk bagi petani di Aceh Besar dan Aceh Jaya tetap aman pascabencana banjir yang sempat mengganggu jalur distribusi. Saat ini, stok pupuk di Gudang Pupuk Indonesia Blang Bintang masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani selama satu pekan ke depan, sembari terus dilakukan penambahan pasokan.
Account Executive Penjualan Wilayah Aceh Pupuk Indonesia, Muhammad Ihsan, mengatakan Gudang Blang Bintang menjadi pusat distribusi pupuk untuk sejumlah daerah, dengan fokus utama melayani Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya.
“Gudang ini memfasilitasi dua kabupaten terbesar, yakni Aceh Besar dan Aceh Jaya. Saat ini stok yang tersedia sekitar 1.000 hingga 1.300 ton, terdiri dari 300 ton pupuk urea dan sisanya pupuk NPK,” ujar Ihsan,Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, pascabanjir, distribusi pupuk sempat mengalami kendala akibat putusnya jembatan di kawasan Kuta Blang. Kondisi tersebut memaksa Pupuk Indonesia untuk pertama kalinya menggunakan jalur laut sebagai alternatif distribusi pupuk.
“Distribusi dilakukan melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, menuju Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar,” jelasnya.
Menurut Ihsan, saat ini jembatan Kuta Blang sudah dapat dilalui kembali, namun dengan kapasitas terbatas sekitar 30 ton. Oleh karena itu, pendistribusian pupuk dilakukan secara bertahap agar kebutuhan petani tetap terpenuhi.
Lebih lanjut, Ihsan menegaskan bahwa Kabupaten Aceh Besar saat ini telah memasuki masa tanam, sehingga ketersediaan pupuk menjadi faktor yang sangat krusial dalam mendukung keberhasilan produksi pertanian.
“Kami berharap distribusi yang kembali berjalan normal ini dapat mencegah terjadinya gagal panen dan petani bisa memaksimalkan musim tanam tahun ini,” pungkasnya.(*)











