DaerahHeadline

Solidaritas Insan Pers, SPS Pusat Bantu Wartawan Aceh Tamiang

×

Solidaritas Insan Pers, SPS Pusat Bantu Wartawan Aceh Tamiang

Share this article
Ketua SPS Aceh, Muktarruddin Usman, menyerahkan bantuan kebutuhan pokok dari SPS Pusat kepada Ketua PWI Aceh Tamiang, Erwan, di Posko Wartawan Aceh Tamiang, Gedung DPRK Aceh Tamiang, Senin (22/12/2025). Foto: (Humas SPS Aceh).

Aceh Tamiang – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk kepedulian terhadap insan pers yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Bantuan tersebut diserahkan pada Senin, 22 Desember 2025, oleh Ketua SPS Aceh, Muktarruddin Usman, di Posko Wartawan Aceh Tamiang yang berlokasi di DPRK Aceh Tamiang. Lokasi tersebut saat ini juga difungsikan sebagai tempat pengungsian korban banjir dan longsor.

Bantuan diterima langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tamiang, Erwan, didampingi Syawaluddin, Said Zainal Abidin, Saiful, dan Hendra. Paket bantuan diperuntukkan bagi 10 wartawan yang bertugas di Aceh Tamiang, baik anggota SPS maupun non-SPS. Adapun isi bantuan meliputi beras, telur, mi instan, susu, roti, bubuk kopi, gula, pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi, minyak goreng, serta kain sarung.

Ketua SPS Aceh, Muktarruddin Usman, mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud solidaritas SPS terhadap wartawan daerah yang tetap menjalankan tugas jurnalistik di tengah kondisi darurat bencana. Ia menegaskan, peran wartawan sangat strategis dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Para wartawan Aceh Tamiang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SPS Pusat dan SPS Aceh atas perhatian serta kepedulian yang diberikan, khususnya karena bantuan disalurkan langsung ke wilayah terdampak bencana.

Tentang SPS

SPS awalnya dikenal sebagai Serikat Penerbit Surat kabar, sebelum bertransformasi menjadi Serikat Perusahaan Pers seiring perkembangan teknologi dan perubahan lanskap industri media. Saat ini, SPS menaungi perusahaan pers cetak, siber, dan berbagai platform media lainnya.

Didirikan pada 8 Juni 1946, SPS merupakan salah satu organisasi pers tertua di Indonesia. Selain berperan dalam mendorong kemerdekaan pers, profesionalisme, dan keberlanjutan industri media, SPS juga aktif menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk penyaluran bantuan bagi insan pers dan masyarakat terdampak bencana. (*)