HeadlineNasional

Rumah Zakat Salurkan Hampir Rp4 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

×

Rumah Zakat Salurkan Hampir Rp4 Miliar untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Share this article
Direktur Marketing Rumah Zakat, Didi Sabir, menyampaikan keterangan Pers kepada awak media terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh, di Pusat Informasi dan Media Center Penanganan Bencana Aceh, Senin (15/12/2025). Foto: (Suara Aceh).

Banda Aceh – Lembaga kemanusiaan Rumah Zakat terus menunjukkan komitmennya membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh. Hingga pertengahan Desember 2025, total nilai bantuan yang telah dan akan disalurkan khusus untuk Aceh mencapai hampir Rp4 miliar, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wilayah terdampak terparah.

Direktur Marketing Rumah Zakat, Didi Sabir, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi akses lapangan yang sempat terputus akibat bencana.

“Pada hari Jumat dan Senin awal, kami sudah berhasil masuk ke wilayah terdampak, tetapi belum bisa membawa bantuan karena akses sangat terbatas. Baru pada hari Selasa, setelah jalan ke Lusa dibuka, kami bisa membeli dan menyalurkan kebutuhan utama seperti makanan dan air minum, meski masih secara ala kadarnya karena hanya bisa menggunakan sepeda motor,” ujar Didi.

Ia menyebutkan, penyaluran awal difokuskan ke Aceh Tamiang. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Aceh Tengah dan daerah sekitarnya. Bahkan, salah satu relawan Rumah Zakat sempat viral di media sosial karena berhasil menembus wilayah terisolir di Kabupaten Bener Meriah melalui jalur ekstrem.

“Relawan tersebut merupakan warga asli Gayo yang berdomisili di Aceh Tengah. Ia adalah murid kami dulu di SMK Juara di Subang. Bersama rekan-rekannya, ia berhasil membawa bantuan menembus Bener Meriah dengan medan yang sangat berat,” ungkapnya.

Menurut Didi, jangkauan penyaluran bantuan Rumah Zakat di Aceh meliputi Aceh Tamiang, Aceh Tengah, wilayah Gayo, Bener Meriah, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, hingga Aceh Utara. Penyaluran dilakukan sesuai kemampuan lembaga dan tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Secara keseluruhan, Aceh menjadi salah satu provinsi dengan nilai bantuan terbesar dibandingkan wilayah terdampak lainnya, karena dampak bencana yang sangat luas, khususnya di Aceh Tamiang,” tambahnya.

Rumah Zakat juga memastikan pendampingan akan terus berlanjut, termasuk dalam proses pemulangan pengungsi ke rumah masing-masing secara bertahap. Didi menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan saat ini masih merupakan tahap awal, sementara kebutuhan masyarakat akan semakin besar pada fase pemulihan ke depan, termasuk menjelang bulan Ramadan.

“Ini baru awal. Ke depan, kebutuhan masyarakat akan semakin banyak. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk terlibat dan menyalurkan bantuan secara berjamaah,” katanya.

Rumah Zakat berkomitmen melanjutkan distribusi bantuan logistik, pangan, serta dukungan pemulihan jangka menengah bagi masyarakat Aceh yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh.(*)