HeadlinePariwara

Rubiah, Surga Bawah Laut yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya

×

Rubiah, Surga Bawah Laut yang Tak Pernah Kehilangan Pesonanya

Share this article
Wisatawan asal Sumatera Utara sedang menikmati keindahan alam bawah laut Pulau Rubiah di Sabang. Dengan air yang jernih dan terumbu karang yang berwarna-warni, Rubiah menjadi lokasi favorit untuk snorkeling dan wisata bahari. Foto: (Suara Aceh).

Sabang – Pulau Rubiah di Kota Sabang selalu menjadi magnet bagi para pencinta laut dan wisatawan yang rindu akan ketenangan alam. Setiap kali seseorang melangkahkan kaki ke dermaga kecil Iboih dan menatap permukaan lautnya yang sebening kristal, seolah-olah sebuah dunia lain sedang menunggu di bawah sana dunia yang penuh warna, harmoni, dan kehidupan yang bergerak tanpa henti.

Pada Kamis (03/09/2025), kami berkesempatan kembali mengikuti perjalanan snorkeling di perairan Rubiah bersama pemandu wisata setempat, Raja. Sosok yang telah belasan tahun berinteraksi dengan wisatawan itu menyebut Pulau Rubiah sebagai “panggung bawah laut yang tak pernah mengecewakan.”

Air laut di Rubiah bukan sekadar jernih; ia bagaikan kaca alami yang memperlihatkan kehidupan bawah laut dengan detail yang menakjubkan. Dari permukaan saja, terumbu karang dan ikan-ikan kecil dapat terlihat seakan hanya sejengkal di bawah kaki wisatawan. Arus tenang yang mengalir lembut membuat pengalaman snorkeling di kawasan ini terasa sangat aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua kalangan baik pemula maupun penyelam berpengalaman.

Raja, pemandu wisata asal Iboih, menggambarkan kejernihan Rubiah sebagai “hadiah alam yang tidak bisa ditemukan di banyak tempat lain.”
“Setiap kali wisatawan snorkeling, mereka seperti memasuki dunia lain yang penuh warna,” ujarnya. “Ikan bendera, botana biru, mayor, kepala merah, kerapu, hingga clownfish adalah penghuni yang paling sering terlihat.”

Ucapannya tidak berlebihan. Begitu wajah menyentuh permukaan air, wisatawan langsung disambut parade satwa laut yang bergerak anggun di antara karang-karang. Warna-warni yang tersaji bukan sekadar cantik, tetapi juga hidup—seakan setiap ikan, setiap karang, dan setiap gerakan arus memiliki kisahnya sendiri.

Rubiah memang terkenal bukan hanya karena kejernihan airnya, tetapi juga karena keberagaman biota laut yang menghuni kawasan tersebut. Di antara satwa yang paling sering terlihat, ada ikan mayor yang lincah, ikan sersan yang tak segan mendekat, dan botana biru yang berkilau menyala seolah diberi sentuhan cahaya neon.

Wisatawan kerap berseru kagum ketika ikan-ikan kecil itu berenang bergerombol melewati mereka. Gerakan mereka yang cepat dan ritmis menciptakan kesan seolah lautan sedang bermusik, memainkan simfoni yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang turun langsung ke bawah permukaan.

Raja menyebut bahwa ikan kepala merah dan ikan bendera adalah dua spesies yang sangat mudah ditemukan. Ikan bendera menunjukkan keanggunannya dengan sirip panjang yang melambai, sementara ikan kepala merah dengan warna cerahnya memberi sentuhan dramatis di antara terumbu karang.

Namun yang paling sering menjadi bintang utama adalah clownfish atau yang akrab dipanggil “Nemo.”
“Nemo selalu jadi favorit wisatawan karena tingkahnya lucu dan mudah difoto,” sambung Raja. “Anemon adalah rumah lembut bagi mereka, jadi setiap kali kita melihat anemon yang terbuka, biasanya Nemo ada di sana melihat ke arah kita, seolah menyapa.”

Terumbu karang di Pulau Rubiah tumbuh dengan sangat sehat dan beragam. Dari karang keras, karang lunak, karang meja, hingga bentuk karang yang menyerupai kipas, kubah, dan ranting-ranting berukuran besar. Semua itu menghadirkan panorama bawah laut yang tidak hanya indah tetapi juga kompleks.

Warna-warna karang yang cerah mulai dari ungu, merah muda, hijau, hingga cokelat keemasan menjadi landskap alami yang tak mungkin dilupakan oleh siapa pun yang pernah menyelam di Rubiah.
Di antara karang-karang besar, sesekali muncul kerapu berukuran besar. Meski tubuhnya kokoh dan tampilannya gagah, ikan ini jarang sekali mengganggu. Ia justru terlihat malu-malu, keluar sebentar dari balik karang sebelum menyelinap kembali ke sarangnya.

Jika beruntung, wisatawan juga bisa melihat kawanan ikan sergeant major melintas seperti pasukan kecil yang sungguh terorganisir. Gerakan sinkron mereka seolah mengkonfirmasi bahwa kehidupan laut memiliki keteraturannya sendiri alam yang telah diatur sedemikian rupa tanpa campur tangan manusia.

Salah satu keunggulan Pulau Rubiah adalah kondisi arusnya yang relatif tenang. Hal ini memungkinkan wisatawan menikmati momen snorkeling dengan sangat nyaman tanpa harus melawan gelombang besar. Arus lembut inilah yang memberi kesan menenangkan dan membuat pengalaman bawah laut terasa lebih intim.

Bagi wisatawan yang datang untuk pertama kalinya, sensasi melihat dunia penuh warna ini sering membuat mereka ingin kembali lagi. Banyak dari mereka yang menceritakan pengalaman pertama melihat Nemo, gerombolan mayor, atau botana biru sebagai momen yang “membekas sampai pulang.”

Keanekaragaman spesies dan kelestarian terumbu karang inilah yang menjadikan Rubiah sebagai salah satu tujuan wisata bahari paling dicintai di Indonesia. Tak heran jika Rubiah selalu menjadi rekomendasi utama bagi traveler lokal maupun mancanegara yang mencari pengalaman snorkeling terbaik.

Keindahan bawah laut Rubiah bukan hanya anugerah, tetapi juga hasil dari upaya panjang menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat Iboih, pelaku wisata, serta sejumlah komunitas pecinta laut secara berkala melakukan edukasi kepada wisatawan agar tidak menginjak karang, tidak memberi makan ikan sembarangan, dan tidak membawa pulang biota laut dalam bentuk apa pun.

Kesadaran wisatawan juga kini semakin meningkat. Banyak dari mereka yang ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengikuti arahan pemandu wisata. Ini penting, karena satu kesalahan kecil bisa merusak ekosistem yang telah tumbuh ratusan tahun.

Raja mengatakan, harapannya bukan hanya agar Rubiah tetap menjadi primadona wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar tentang bagaimana manusia dan alam bisa hidup berdampingan dengan saling menjaga.

“Kalau alam kita rawat, alam akan memberi lebih,” ujarnya sambil tersenyum.

Pulau Rubiah adalah tempat yang bukan hanya indah, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin. Dari kejernihan air, kehangatan masyarakat, hingga warna-warni biota bawah laut yang memanjakan mata, semuanya menjadikan Rubiah sebagai destinasi yang wajib dikunjungi ketika datang ke Sabang.

Untuk wisatawan dari luar daerah, perjalanan menuju Rubiah cukup mudah. Setelah tiba di Sabang, wisatawan bisa menuju Pantai Iboih dan menyewa perahu untuk menyeberang ke Rubiah. Waktu tempuhnya hanya sekitar 10 menit. Peralatan snorkeling pun tersedia lengkap, mulai dari masker, pelampung, hingga fin yang dapat disewa di lokasi.

Bagi yang ingin mendalami dunia bawah laut, sejumlah operator selam profesional juga menyediakan layanan diving dengan instruktur berpengalaman. Dengan begitu, wisatawan bisa melihat lebih dalam lagi keindahan ekosistem laut Rubiah.

Di tengah meningkatnya minat terhadap wisata bahari, Pulau Rubiah adalah bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan laut yang tiada tanding. Keberadaan biota laut yang beragam, terumbu karang yang sehat, serta suasana air yang jernih menjadikan Rubiah sebagai “permata tersembunyi” yang wajib dipromosikan kepada dunia.(*)

Advertorial.