Banda Aceh – Gempa bumi bermagnitudo 6,3 mengguncang wilayah barat daya Aceh pada Kamis siang (26/11/2025). Informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun @infobmkg menyebutkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Gempa tektonik ini terjadi di wilayah laut Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat daya Aceh, berada pada zona megathrust yang merupakan salah satu kawasan paling aktif secara seismik di Indonesia. Titik pusat gempa terlihat pada peta BMKG dengan lingkaran berwarna kuning di antara kluster aktivitas seismik yang padat.
Menurut Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, gempa berkedalaman menengah tersebut dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
“Gempa ini merupakan jenis gempa tektonik yang sering terjadi di zona megathrust Sumatera. Kedalaman menengah menyebabkan getaran dirasakan cukup luas, namun tidak memicu terjadinya tsunami,” ujarnya.
Andi Azhar menambahkan bahwa meski gempa tidak berpotensi tsunami, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi resmi mengenai gempa hanya kami keluarkan melalui kanal-kanal BMKG,” tegasnya.
Dalam unggahan resmi tersebut, BMKG juga menampilkan peta sebaran gempa di sepanjang zona subduksi Sumatera, memperlihatkan ratusan titik aktivitas gempa bumi yang terus dipantau secara intensif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan BPBD kabupaten/kota tengah melakukan pemantauan situasi di wilayah masing-masing.
BMKG kembali mengingatkan bahwa Aceh merupakan salah satu daerah dengan tingkat kegempaan tinggi, sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah pesisir dan kawasan rawan bencana.(*)













