Aceh Besar – Sebuah video yang beredar di media sosial mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami seorang warga lanjut usia di Desa Reukih, Dayah Indrapuri, Aceh Besar. Dalam video tersebut, tampak petugas Puskesmas Indrapuri memeriksa seorang perempuan bernama Sakdiah, sekitar 60 tahun, yang telah mengalami disabilitas dan stroke iskemik selama lebih dari lima tahun.
Sakdiah hanya mampu terbaring lemah di rumah sederhana berdinding seng dan papan. Kondisi tempat tinggal yang minim fasilitas, ditambah keterbatasan ekonomi, membuat Sakdiah dan anaknya hidup dalam kesulitan.
Petugas pasien rentan dan disabilitas Puskesmas Indrapuri, Syamsul, SKM, M.K.M, yang terlihat dalam video tersebut, menyampaikan permohonan agar pemerintah daerah memberikan penanganan yang lebih maksimal. Ia berharap kondisi Sakdiah mendapat perhatian serius dari pejabat dan anggota DPRK Aceh Besar.
“Mohon disampaikan kepada petinggi daerah terkait warga kita dengan kondisi sangat memprihatinkan. Beliau mengalami disabilitas dan stroke iskemik lebih kurang lima tahun lamanya,” ujar Syamsul dalam rekaman itu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari perangkat gampong maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengenai langkah yang akan diambil untuk membantu Sakdiah. Namun, viralnya video tersebut memicu perhatian publik, dengan banyak warganet yang mendesak pemerintah memberikan pelayanan kesehatan lanjutan, bantuan sosial, serta perbaikan tempat tinggal.
Warga setempat mengaku khawatir kondisi Sakdiah semakin memburuk. Mereka juga menyebutkan bahwa Sakdiah bergantung penuh pada anaknya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Kasus ini kembali menyoroti minimnya perlindungan bagi warga rentan di Aceh Besar, khususnya lansia penyandang disabilitas yang membutuhkan akses layanan kesehatan, bantuan sosial, dan pemenuhan kebutuhan dasar.(*)













