BeritaDaerahHeadline

Suasana Haru Iringi Pelepasan 183 Jamaah Calon Haji Aceh Barat

×

Suasana Haru Iringi Pelepasan 183 Jamaah Calon Haji Aceh Barat

Share this article

Meulaboh – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kamis (15/5/2025), saat 183 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Aceh Barat secara resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci Mekkah.

Tangis haru tak tertahankan dari keluarga yang mengantar. Isak doa dan pelukan perpisahan menjadi pemandangan yang mengiringi langkah para jamaah menuju keberangkatan. Di tengah kehangatan spiritual itu, hadir pula Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, yang secara langsung melepas rombongan calon haji.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga seluruh jamaah mendapat predikat haji yang mabrur,” ujar Bupati dalam sambutannya, seraya menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Ia mengingatkan para jamaah bahwa suhu dan cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia, dan oleh karena itu perlu menjaga pola makan, istirahat, serta mematuhi petunjuk para pembimbing haji.

Tak hanya sebagai bentuk tanggung jawab pemerintahan, Bupati Tarmizi juga menitipkan harapan dan doa. “Mohon doakan kami di pemerintahan agar senantiasa diberi kekuatan dan keistiqamahan dalam membangun Aceh Barat yang lebih baik,” pintanya tulus.

Di sisi lain, perwakilan jamaah, Abdurani Adian, mengungkapkan apresiasi atas perhatian pemerintah. Ia berharap pelayanan terhadap jamaah terus ditingkatkan agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

“Kami juga berharap adanya fasilitas pelatihan manasik haji yang lebih lengkap di Aceh Barat. Miniatur Ka’bah serta bukit Safa dan Marwah akan sangat membantu persiapan spiritual dan teknis jamaah,” ucapnya.

Acara peusijuk dan pelepasan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta keluarga jamaah. Dengan doa bersama dan semangat kebersamaan, pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen spiritual yang memperkuat jalinan antara pemerintah dan masyarakat dalam nafas pengabdian dan keimanan.