Aceh Barat – Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah di pemukiman warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat menyerahkan enam kontainer sampah dan satu unit truk Arm Roll kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat. Penyerahan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan yang dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, ST, MT, IPM, Asean-Eng, menyatakan bahwa enam kontainer tersebut telah diserahkan kepada DLHK pada Senin, 19 Agustus 2024. “Kontainer sudah berada di DLHK. Sementara untuk truk Arm Roll, saat ini masih dalam proses administrasi sebelum diserahkan secara resmi,” ujar Kurdi. Ia menambahkan bahwa penyerahan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.
Selain kontainer dan truk Arm Roll, pada tahun 2023 lalu, Dinas PUPR Aceh Barat juga telah menyerahkan mobil tinja kepada DLHK sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Aceh Barat.
Kepala DLHK Aceh Barat, Bukhari, menyampaikan bahwa kontainer-kontainer tersebut akan ditempatkan di lima lokasi strategis, sedangkan satu unit akan digunakan sebagai bak mobil pengangkut sampah. “Kami akan menempatkan lima unit kontainer di Jalan Bakti Pemuda, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan; kawasan industri tambang batu bara PT. Agrabudi Jasa Bersama; Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) di Desa Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo; kawasan industri tambang PT. Indonesia Pacific Energy; serta Desa Pasi Aceh Baroh, Kecamatan Meureubo,” jelas Bukhari.
Adapun satu unit kontainer lainnya akan dipasang pada truk Arm Roll dan digunakan sebagai mobil pengangkut sampah keliling untuk melayani empat kecamatan, yaitu Kecamatan Arongan Lambalek, Woyla Barat, Woyla Induk, dan Bubon. Bukhari menjelaskan, “Pengangkutan sampah di empat kecamatan ini akan dilakukan setiap dua hari sekali. Truk Arm Roll akan berkeliling di Teupin Peraho Arongan Lambalek, Pasi Mali Woyla Barat, Woyla Induk, dan Bubon untuk mengambil sampah.”
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kebersihan lingkungan di Aceh Barat dapat semakin terjaga, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dapat meningkat. (*)












