BeritaHeadline

Muhammad Saman Kembalikan Berkas Balon Ketua PWI Aceh, Usung Gagasan Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang

×

Muhammad Saman Kembalikan Berkas Balon Ketua PWI Aceh, Usung Gagasan Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang

Share this article
Bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031, Muhammad Saman, didampingi tim pemenangan menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia SC Konferprov XIII PWI Aceh di Gedung PWI Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026) sore. Foto: (Tim Pemenangan).

BANDA ACEH – Bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031, Muhammad Saman, resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada Steering Committee (SC) Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh, Jumat (23/10/2026) sore.

Penyerahan berkas berlangsung di Gedung PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, di tengah guyuran hujan lebat. Kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Muhammad Saman bersama tim pemenangan untuk menuntaskan tahapan administrasi pencalonan menuju pemilihan Ketua PWI Aceh periode lima tahun mendatang.

Berkas pencalonan diterima langsung Ketua SC Konferprov XIII PWI Aceh, Azwani Awi yang akrab disapa Popon, didampingi Sekretaris SC Iranda Novandi, anggota SC Imran Joni selaku Pokja Verifikasi Calon, serta Azhari Usman dari Pokja Qorum. Turut hadir Ketua Panitia Organizing Committee (OC) Konferprov XIII PWI Aceh, Nazar Ahadi.

Muhammad Saman hadir bersama sejumlah pimpinan media dan tokoh pers Aceh, di antaranya Aldin NL dari Waspada Aceh, Sulaiman selaku Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Aceh, serta HT Anwar Ibrahim, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh. Sejumlah anggota tim pemenangan juga turut mendampingi proses penyerahan dokumen tersebut.

Pengembalian berkas ini merupakan tahapan lanjutan setelah Saman mengambil formulir pendaftaran pada hari pertama penjaringan bakal calon, Senin (5/10/2026). Penyerahan dokumen tersebut menegaskan keseriusannya mengikuti proses pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031.

Dalam pencalonannya, Muhammad Saman mengusung gagasan “Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang” sebagai arah kepemimpinan PWI Aceh lima tahun mendatang.

Gagasan tersebut menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan baik, sekaligus melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap berbagai aspek organisasi yang masih membutuhkan peningkatan.

Saman menawarkan visi mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, transparan, profesional, dan independen. Organisasi profesi wartawan, menurut arah program yang disusunnya, tidak cukup hanya menjadi wadah berhimpunnya jurnalis, tetapi juga harus mampu memperjuangkan kesejahteraan anggota, meningkatkan kompetensi, memberikan perlindungan profesi, serta menjaga martabat wartawan.

Visi yang diusungnya berbunyi:

“Mewujudkan PWI Aceh yang bersih, amanah, dan transparan sebagai organisasi profesi wartawan yang bermartabat, profesional, independen, serta mampu memperjuangkan kesejahteraan dan meningkatkan kompetensi wartawan di Aceh.”

Visi tersebut dijabarkan ke dalam delapan agenda utama pembenahan organisasi yang mencakup integritas, tata kelola, peningkatan kualitas wartawan, solidaritas anggota, kesejahteraan, penguatan kepengurusan daerah, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

*Delapan Agenda Pembenahan PWI Aceh*

Pertama, membangun organisasi yang bersih dan berintegritas. Saman menekankan pentingnya mencegah penyalahgunaan wewenang serta menjadikan etika, kedisiplinan, dan profesionalisme sebagai landasan dalam menjalankan organisasi.

Kedua, memperkuat kepemimpinan yang amanah. Kepemimpinan PWI Aceh diharapkan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan kepentingan anggota, termasuk dalam memperjuangkan kesejahteraan serta perlindungan profesi wartawan.

Ketiga, mewujudkan transparansi organisasi. Pengelolaan keuangan, pelaksanaan program kerja, dan pengambilan keputusan didorong agar berlangsung secara terbuka, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada anggota.

Keempat, meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pendidikan, pelatihan, uji kompetensi, serta penguatan pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Upaya tersebut diharapkan mendukung lahirnya karya jurnalistik yang akurat, berimbang, berkualitas, dan bertanggung jawab.

Kelima, memperkuat solidaritas dan kebersamaan anggota. Saman ingin membangun PWI Aceh yang inklusif, solid, dan tidak diskriminatif, sehingga setiap anggota memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam kehidupan organisasi.

Keenam, memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan wartawan. Agenda ini mencakup peningkatan kesejahteraan, perlindungan hukum, keselamatan kerja, serta dukungan organisasi bagi wartawan yang menghadapi tekanan atau ancaman ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Ketujuh, memperkuat PWI kabupaten dan kota melalui pemerataan program pembinaan, peningkatan kapasitas, dan penguatan kelembagaan. Dengan demikian, pengembangan organisasi tidak hanya terpusat di tingkat provinsi, tetapi juga menjangkau wartawan di berbagai daerah di Aceh.

Kedelapan, membangun PWI yang adaptif dan berdaya saing. Perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi menuntut wartawan terus meningkatkan kemampuan digital, menguasai teknologi jurnalistik, serta menjaga kualitas karya tanpa meninggalkan prinsip akurasi, verifikasi, dan independensi.

Delapan agenda tersebut menjadi kerangka program yang ditawarkan Saman untuk mendorong pembenahan organisasi sekaligus memperkuat peran PWI Aceh dalam menjawab tantangan industri pers.

Muhammad Saman bukan sosok baru dalam lingkungan PWI Aceh. Ia pernah menjabat Wakil Sekretaris PWI Aceh periode 2010–2015 dan 2015–2020, kemudian dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris PWI Aceh. Pada periode 2021–2026, ia menjabat Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Aceh.

Di bidang jurnalistik, Saman memiliki pengalaman sebagai wartawan Harian Analisa dan kini memimpin redaksi Infoaceh.net serta Harian Aceh. Ia juga tercatat memiliki kompetensi Wartawan Utama Dewan Pers sejak 2015.

Pengalaman tersebut menjadi bekal yang dibawanya dalam kontestasi kepemimpinan PWI Aceh. Namun, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada pengalaman dan rumusan visi-misi, melainkan juga pada kemampuan membangun konsolidasi, menjalankan program secara terukur, serta mempertanggungjawabkan kebijakan kepada anggota.

Pengembalian berkas Muhammad Saman merupakan bagian dari tahapan administrasi Konferprov XIII PWI Aceh. Penyerahan dokumen belum dengan sendirinya memastikan seluruh persyaratan pencalonan telah terpenuhi.

SC akan memeriksa kelengkapan administrasi, validitas dokumen dukungan, serta pemenuhan ketentuan organisasi yang berlaku sebelum berkas diteruskan untuk proses verifikasi dan pengesahan sesuai mekanisme PWI.

Salah satu persyaratan yang menjadi perhatian adalah dukungan awal sekurang-kurangnya 10 persen dari jumlah pemilih yang menjadi acuan panitia. Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sekitar 320 orang, ambang dukungan minimal yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya mencapai 32 anggota biasa PWI Aceh.

Panitia menetapkan Sabtu (24/10/2026) pukul 17.00 WIB sebagai batas akhir pengembalian berkas. SC juga sebelumnya menyampaikan bahwa dokumen yang belum lengkap dapat diperbaiki dalam waktu tiga hari sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Konferprov XIII PWI Aceh dijadwalkan berlangsung pada 20–22 November 2026 di Banda Aceh. Forum tersebut menjadi momentum bagi anggota untuk menentukan kepemimpinan organisasi sekaligus menetapkan arah program PWI Aceh untuk periode berikutnya.

Bagi Saman, gagasan “Melanjutkan yang Baik, Memperbaiki yang Kurang” menempatkan kesinambungan dan pembenahan sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan.

Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan gagasan tersebut menjadi program yang realistis, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota, terutama dalam menghadapi persoalan kesejahteraan, peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, serta perubahan industri media.

Di tengah perbedaan pilihan dalam kontestasi, menjaga solidaritas juga menjadi pekerjaan penting bagi seluruh anggota PWI Aceh. Pemilihan ketua bukan semata-mata tentang siapa yang akan memimpin organisasi, melainkan juga bagaimana seluruh anggota tetap bersatu setelah proses pemilihan berakhir.

Dengan pengembalian berkas pada Jumat sore, Muhammad Saman telah menuntaskan satu tahapan penting dalam proses pencalonannya. Tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan administrasi dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“PWI Aceh Maju, Wartawan Sejahtera, Pers Bermartabat” menjadi pesan penutup dalam materi visi dan misi yang dibawanya untuk kepemimpinan PWI Aceh periode 2026–2031. (*)