HeadlinePariwara

Pascapencurian Kabel, Empat Pompa Underpass Beurawe Banda Aceh Kembali Berfungsi

×

Pascapencurian Kabel, Empat Pompa Underpass Beurawe Banda Aceh Kembali Berfungsi

Share this article
Petugas Dinas PUPR Kota Banda Aceh melakukan pemeliharaan pompa air di Underpass Beurawe, Kamis (22/10/2026). Foto: (Diskominfotik Banda Aceh).

BANDA ACEH – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh kembali memasang dua unit pompa air di Underpass Beurawe setelah sebelumnya terdampak pencurian kabel pada Mei 2026. Dengan selesainya pekerjaan pemeliharaan tersebut, seluruh empat pompa air di underpass itu kini kembali berfungsi dengan baik.

Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, mengatakan pemasangan kembali dua pompa air tersebut merupakan bagian dari upaya pemeliharaan infrastruktur untuk memastikan sistem pengendalian air di Underpass Beurawe dapat beroperasi secara optimal.

Hal itu disampaikan Rulli saat meninjau lokasi Underpass Beurawe, Kamis (22/10/2026).

“Pasca pencurian kabel di Underpass Beurawe pada bulan Mei lalu, mulai dari hari Selasa sampai hari ini kita melakukan pemeliharaan underpass dengan memasang kembali dua pompa air,” kata Rulli.

Ia menjelaskan, pekerjaan pemeliharaan dilakukan selama beberapa hari, mulai Selasa hingga Kamis. Selain memasang kembali dua pompa yang sebelumnya terdampak pencurian kabel, pihaknya juga memastikan fasilitas pendukung sistem pemompaan berada dalam kondisi yang baik.

Menurut Rulli, seluruh pompa air yang tersedia di Underpass Beurawe kini telah kembali beroperasi. Dengan demikian, empat unit pompa yang berada di lokasi tersebut sudah dapat digunakan untuk mendukung sistem pengendalian air.

“Pemeliharaan yang kita lakukan yaitu pemasangan kembali dua pompa sehingga saat ini ada empat pompa di Underpass Beurawe yang sudah berfungsi kembali dengan baik,” ujarnya.

Selain pemasangan pompa, Dinas PUPR Kota Banda Aceh juga melakukan pembersihan kolam sumpit atau sump pit, yakni kolam penampungan air yang menjadi bagian dari sistem drainase dan pemompaan di underpass tersebut.

Pembersihan kolam dilakukan untuk mendukung kinerja pompa agar dapat bekerja secara maksimal. Dengan kondisi kolam yang terpelihara, air yang terkumpul dapat dikelola melalui sistem pemompaan sesuai fungsi fasilitas yang tersedia.

Rulli menambahkan, pompa-pompa tersebut dapat bekerja secara bergantian sehingga pengoperasian sistem pengendalian air dapat dilakukan sesuai kebutuhan.

Pemeliharaan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi infrastruktur Underpass Beurawe, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat hujan. Sebagai jalur yang berada di bawah permukaan jalan, underpass memerlukan sistem drainase yang berfungsi baik agar air tidak menggenangi badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Sistem pompa memiliki peran penting untuk mengalirkan air yang terkumpul di kolam penampungan menuju saluran pembuangan. Apabila pompa tidak berfungsi secara optimal, air berpotensi tertahan dan menimbulkan genangan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Karena itu, pemulihan fungsi seluruh pompa di Underpass Beurawe diharapkan dapat mendukung kesiapan fasilitas tersebut dalam menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah.

Sebelumnya, pencurian kabel pada Mei 2026 berdampak terhadap fasilitas pompa air di Underpass Beurawe. Kondisi tersebut mendorong Dinas PUPR Kota Banda Aceh melakukan penanganan dan pemeliharaan agar fasilitas pengendalian air dapat kembali berfungsi.

Melalui pemasangan kembali dua unit pompa, jumlah pompa yang beroperasi kini menjadi empat unit. Pemulihan tersebut diharapkan membantu menjaga kelancaran sistem drainase di kawasan underpass dan mengurangi risiko gangguan akibat genangan air.

Selain memastikan pompa dapat beroperasi, pembersihan kolam penampungan menjadi langkah pendukung agar sistem pemompaan dapat bekerja sesuai fungsinya. Pemeliharaan secara berkala juga diperlukan untuk menjaga kondisi fasilitas dan mengidentifikasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi operasionalnya.

Underpass Beurawe merupakan salah satu infrastruktur jalan yang mendukung mobilitas masyarakat di Kota Banda Aceh. Oleh sebab itu, kondisi fasilitas pendukung, termasuk sistem drainase dan pompa air, perlu mendapat perhatian agar pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman.

Pemeliharaan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan perbaikan ketika terjadi kerusakan, tetapi juga mencakup upaya menjaga seluruh komponen agar tetap berfungsi sesuai peruntukannya. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan fasilitas publik dan meminimalkan potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, kejadian pencurian kabel menjadi pengingat pentingnya menjaga fasilitas umum dari tindakan yang dapat merugikan kepentingan masyarakat. Kerusakan atau hilangnya komponen infrastruktur tidak hanya menimbulkan biaya perbaikan, tetapi juga berpotensi mengganggu fungsi pelayanan yang seharusnya dapat dinikmati bersama.

Masyarakat diharapkan turut menjaga fasilitas publik dan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar infrastruktur umum.

Dengan kembali berfungsinya empat pompa air serta dilakukannya pembersihan kolam penampungan, Dinas PUPR Kota Banda Aceh berharap sistem pengendalian air di Underpass Beurawe dapat bekerja dengan baik. Pemeliharaan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keandalan infrastruktur dan mendukung kelancaran lalu lintas di Kota Banda Aceh.(*)

PARIWARA.