BANDA ACEH – Bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031, Sayuti Achmad, melakukan road show dan silaturahmi ke sejumlah daerah di wilayah pantai barat selatan Aceh pada 20–21 Oktober 2026. Kunjungan tersebut disambut antusias oleh sejumlah wartawan daerah yang berharap adanya perubahan dan perbaikan dalam tubuh PWI Aceh ke depan.
Safari silaturahmi itu dimulai dari Banda Aceh menuju wilayah barat selatan dengan mengunjungi lima kabupaten, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Selatan.
Sayuti mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan dengan para wartawan di daerah sekaligus mendengarkan aspirasi dan harapan mereka terhadap kepemimpinan PWI Aceh mendatang.
“Kami ingin bersilaturahmi dengan teman-teman dan sahabat saya di pantai barat selatan. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi harapan mereka untuk PWI Aceh ke depan,” ujar Sayuti.
Menurutnya, dalam setiap pertemuan, sejumlah wartawan daerah menyampaikan harapan agar PWI Aceh semakin maju, solid, dan lebih memperhatikan kepentingan anggota secara merata.
“Teman-teman di daerah ingin PWI Aceh lebih maju dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Organisasi ini harus hadir dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” kata Sayuti, menyampaikan aspirasi yang diterimanya selama road show.
Dalam kesempatan tersebut, Sayuti juga memaparkan sejumlah gagasan dan program inovasi yang ditawarkan apabila dipercaya memimpin PWI Aceh periode 2026–2031.
Salah satu program yang disampaikannya adalah pembebasan biaya perpanjangan kartu anggota PWI. Menurut Sayuti, biaya tersebut nantinya akan ditanggung oleh PWI Aceh sebagai bentuk perhatian organisasi terhadap anggotanya.
“Semua anggota PWI yang memperpanjang kartu ke depan tidak akan dipungut biaya. Semuanya ditanggung PWI Aceh,” tegasnya.
Selain itu, Sayuti berkomitmen agar kegiatan organisasi tidak membebani anggota, termasuk melalui permintaan donasi yang memberatkan.
“Intinya, tidak ada sistem donasi yang membebankan anggota,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan para wartawan di daerah, aspirasi lain yang mengemuka adalah harapan agar Ketua PWI Aceh mendatang tetap menjaga kepedulian terhadap anggota, bukan hanya menjelang pelaksanaan konferensi, tetapi juga dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Para wartawan berharap komunikasi dan silaturahmi antara pengurus provinsi dan anggota di kabupaten/kota dapat terus terjalin, sehingga persoalan yang dihadapi wartawan daerah mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Menanggapi hal tersebut, Sayuti menyatakan sependapat bahwa kepemimpinan PWI Aceh harus dibangun melalui komunikasi yang berkelanjutan dan keterlibatan anggota dari seluruh wilayah Aceh.
Ia juga menyampaikan komitmen untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada wartawan daerah agar terlibat dalam berbagai agenda organisasi, termasuk kegiatan berskala nasional.
“Setiap ada kegiatan nasional, kita tetap melibatkan anggota dari daerah, misalnya dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas),” katanya.
Menurut Sayuti, keterlibatan wartawan dari berbagai daerah penting untuk memperkuat rasa kebersamaan dan memastikan manfaat kegiatan organisasi dapat dirasakan secara lebih merata.
Road show yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari upaya Sayuti membangun komunikasi langsung dengan anggota PWI di wilayah pantai barat selatan Aceh. Melalui pertemuan tersebut, ia berupaya menyerap aspirasi sekaligus memperkenalkan gagasan yang akan diperjuangkan dalam pencalonannya.
Dalam perjalanan itu, Sayuti didampingi sejumlah pendukung, dua mantan Ketua PWI Aceh, serta calon Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh.
Rangkaian kunjungan ke lima kabupaten tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara bakal calon ketua dan wartawan daerah mengenai arah organisasi, pelayanan terhadap anggota, serta pemerataan kesempatan dalam kegiatan PWI Aceh.
Dukungan dan aspirasi yang disampaikan para wartawan selama road show menjadi bagian dari dinamika menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh periode 2026–2031. Berbagai gagasan yang ditawarkan para bakal calon diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan anggota dalam menentukan kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang. (*)













