BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif dengan menanam berbagai kebutuhan pangan, seperti cabai dan sayuran. Upaya sederhana ini dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga ketika harga bahan pangan mengalami kenaikan.
Ajakan tersebut disampaikan Illiza dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia saat meninjau kegiatan Pangan Murah di Gampong Lamlagang, Kota Banda Aceh, Kamis (15/10/2026).
Menurut Illiza, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Ia berharap masyarakat tidak hanya bergantung pada pasar murah ketika harga bahan pangan meningkat, tetapi mulai membiasakan diri menanam komoditas yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah.
“Harapannya, mudah-mudahan masyarakat tidak hanya mengakses pasar murah, tetapi juga menanam pangan di rumah masing-masing. Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam, sehingga ketika terjadi lonjakan harga cabai dan bahan pangan lainnya, kebutuhan itu sudah tersedia di rumah,” ungkap Illiza.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi salah satu langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga ketersediaan bahan pangan sehari-hari. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur, kegiatan bercocok tanam juga dapat menjadi kebiasaan positif yang melibatkan anggota keluarga.
Masyarakat dapat memulai dengan menanam cabai, tomat, kangkung, bayam, dan berbagai jenis sayuran lain yang sesuai dengan kondisi pekarangan. Bagi warga yang memiliki lahan terbatas, penanaman dapat dilakukan menggunakan pot, polybag, maupun wadah sederhana lainnya.
Dengan pengelolaan yang baik, pekarangan rumah dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pola hidup yang lebih mandiri dan produktif.
Salurkan 2.000 Paket Pangan Bersubsidi
Selain mendorong kemandirian pangan keluarga, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok melalui penyelenggaraan kegiatan Pangan Murah.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Gampong Lamlagang tersebut, Pemko Banda Aceh menyalurkan sebanyak 2.000 paket bahan pangan bersubsidi kepada masyarakat.
Illiza menjelaskan, setiap paket mendapatkan subsidi sebesar Rp50 ribu. Bantuan tersebut diberikan agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah dinamika harga pangan.
“Setiap paket mendapatkan subsidi sebesar Rp50 ribu untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.
Program pangan murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu menjaga daya beli masyarakat. Melalui penyediaan bahan pangan bersubsidi, warga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan pengeluaran yang lebih ringan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan adanya subsidi tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan untuk membeli bahan pangan dengan beban biaya yang lebih rendah dibandingkan apabila harus memenuhi seluruh kebutuhan melalui harga pasar tanpa bantuan.
Illiza berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan bahan pangan keluarga serta membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga.
Perhatian bagi Warga Lanjut Usia
Dalam peninjauan tersebut, Illiza turut memberikan perhatian kepada warga lanjut usia yang hadir untuk memanfaatkan program pangan murah.
Ia menilai, kelompok lanjut usia membutuhkan perhatian bersama agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok secara layak. Karena itu, program yang membantu menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau diharapkan dapat meringankan beban mereka.
Illiza mengaku melihat banyak warga yang hadir dalam kegiatan tersebut telah berusia lanjut. Kondisi itu semakin memperkuat pentingnya kehadiran program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini tentu sangat membantu masyarakat. Saya melihat banyak masyarakat yang hadir sudah berusia lanjut. Kita berharap program ini bisa membantu mereka mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Akses terhadap bahan pangan yang cukup dan terjangkau diperlukan agar setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih baik.
Program pangan murah diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas daya beli, terutama ketika terjadi perubahan harga berbagai komoditas pangan.
Perkuat Ketahanan Pangan dari Rumah
Peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya ketersediaan pangan serta upaya memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kota Banda Aceh, penguatan ketahanan pangan keluarga dapat dilakukan melalui berbagai langkah yang saling melengkapi, mulai dari penyediaan pangan bersubsidi hingga mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah.
Pasar murah membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, sedangkan pemanfaatan pekarangan dapat menjadi upaya jangka panjang untuk menyediakan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga menghadapi perubahan harga komoditas, terutama bahan pangan yang kerap mengalami fluktuasi.
Illiza mengajak masyarakat menjadikan kegiatan menanam pangan sebagai kebiasaan yang berkelanjutan. Menurutnya, langkah sederhana seperti menanam cabai dan sayuran dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing keluarga.
Di sisi lain, dukungan pemerintah melalui program pangan murah diharapkan terus membantu masyarakat yang membutuhkan akses bahan pokok dengan harga lebih ringan.
“Semoga kegiatan ini memberikan dampak dan manfaat bagi seluruh masyarakat yang memanfaatkan pangan murah ini,” tutupnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemko Banda Aceh berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat. Perpaduan antara dukungan pemerintah dan kemandirian keluarga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga sekaligus membantu menjaga kesejahteraan masyarakat Kota Banda Aceh. (*)
PARIWARA.













