BANDA ACEH – Lima peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) kembali masuk dalam daftar 2 persen saintis terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan yang dirilis Elsevier bekerja sama dengan Universitas Stanford. Capaian tersebut diumumkan pada 8 Oktober 2026 dan menjadi pengakuan atas kontribusi akademisi USK dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Kelima peneliti tersebut berasal dari tiga fakultas dengan bidang keilmuan dan peringkat dunia yang berbeda.
Peneliti pertama adalah dr. Harapan, DTM&H., M.Infect.Dis., Ph.D. dari Fakultas Kedokteran, yang menempati peringkat 488 dunia pada bidang *General & Internal Medicine*.
Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A., S.Pi., M.Sc. dari Fakultas Kelautan dan Perikanan berada di peringkat 536 dunia pada bidang *Fisheries*.
Dua peneliti lainnya berasal dari Fakultas Teknik, yakni Prof. Dr. M. Faisal, S.T., M.Eng. yang menempati peringkat 1.366 dunia pada bidang *General Chemistry*, serta Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng. yang berada di peringkat 2.309 dunia pada bidang *Polymers*.
Sementara itu, Prof. Dr. rer. nat. Rinaldi Idroes dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam menempati peringkat 4.085 dunia pada bidang *Mechanical Engineering & Transports*.
Setiap tahun, Elsevier menerbitkan daftar ilmuwan yang termasuk dalam 2 persen saintis terbaik dunia. Pemeringkatan tersebut menggunakan sejumlah indikator untuk mengukur produktivitas dan dampak penelitian, di antaranya sitasi terstandarisasi, indeks H (*H-index*), jumlah sitasi secara keseluruhan, serta kontribusi publikasi ilmiah terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian lima dosen tersebut. Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa kualitas riset yang dihasilkan akademisi USK semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Ia mengatakan, sejak 2020, peneliti USK secara konsisten berhasil menembus daftar saintis terbaik dunia. Jumlah peneliti yang masuk kategori *Single-Year* juga menunjukkan peningkatan, dari satu orang pada 2020 menjadi lima orang pada 2026.
“Alhamdulillah, capaian ini setidaknya menjelaskan perkembangan visibilitas riset USK di tingkat global. Ini adalah kebanggaan kita bersama,” ujar Mirza.
Rektor berharap pencapaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi universitas, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika, khususnya para peneliti, untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian.
Menurutnya, keberhasilan lima ilmuwan USK tersebut turut memperkuat reputasi riset universitas di tingkat global. Hal ini sejalan dengan capaian USK dalam pemeringkatan *Times Higher Education World University Rankings* (THE WUR) 2027, yang menempatkan USK dalam enam besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada pilar Kualitas Riset.
“Pencapaian ini diharapkan semakin memotivasi peneliti USK untuk terus menghasilkan riset berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah, dan kemajuan ilmu pengetahuan di tingkat global,” tutupnya.(*)













