BeritaHeadline

ANAT Fair 2026, Sekda Banda Aceh Tekankan Pentingnya Wisata Aman dan Nyaman

×

ANAT Fair 2026, Sekda Banda Aceh Tekankan Pentingnya Wisata Aman dan Nyaman

Share this article
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin, ST., MT., meninjau stand pameran pada kegiatan ANAT Fair 2026 di Mall Suzuya, Setui, Banda Aceh, Jumat (25/9/2026). Foto: (Sadhali/Suara Aceh).

Banda Aceh — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin, ST., MT, mengatakan Aceh, khususnya Kota Banda Aceh, memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang menawarkan keamanan, kenyamanan serta pengalaman yang dekat dengan alam dan kehidupan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Jalaluddin saat memberikan sambutan pada pembukaan Astindo Nanggroe Aceh Travel Fair (ANAT Fair) 2026 di Mall Suzuya, Setui, Banda Aceh, Jumat (25/9/2026).

Menurut Jalaluddin, perkembangan pariwisata saat ini perlu melihat perubahan minat wisatawan dunia. Ia menilai masyarakat dunia mulai mencari destinasi yang memberikan ketenangan dan pengalaman yang lebih bermakna.

“Menurut saya, masyarakat dunia sudah jenuh dengan hal-hal yang negatif. Ketika mencari tempat untuk berwisata, mereka juga mencari kembali jati diri sebagai manusia, mencari suasana yang nyaman dan aman,” kata Jalaluddin.

Ia mengatakan, wisatawan tidak hanya membutuhkan keindahan alam, tetapi juga suasana yang memungkinkan mereka menikmati lingkungan secara nyaman dan aman.

“Jadi dia mencari tempat-tempat yang betul-betul nyaman, aman, kemudian sebagai manusia bisa menikmati alam dan sebagainya. Saya pikir itu yang harus kita bangun,” ujarnya.

Jalaluddin menyebut keamanan dan kenyamanan menjadi salah satu modal yang dimiliki Banda Aceh dan Aceh dalam menarik wisatawan maupun pendatang.

Ia kemudian menyinggung keberadaan mahasiswa dari luar Aceh yang menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Aceh. Menurutnya, banyak orang tua memilih Aceh karena mempertimbangkan lingkungan yang relatif teratur dan nyaman bagi anak-anak mereka.

“Banyak orang tua yang memilih mengirim anaknya ke sini karena merasa nyaman. Ada pemerintah yang mengontrol, tidak ada keliaran malam dan hal-hal negatif,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari kekuatan yang perlu dikembangkan dalam membangun citra Aceh sebagai destinasi wisata.

“Ini yang kita bangun di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jalaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada Astindo DPD Aceh, DPP Astindo, Bank Syariah Indonesia (BSI), Tourism Malaysia dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan ANAT Fair 2026.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi paket perjalanan wisata, tetapi juga membuka ruang kerja sama antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, perbankan dan mitra dari luar negeri.

Jalaluddin menyebut adanya sejumlah pihak dari Malaysia yang hadir dan membuka peluang kerja sama dengan Banda Aceh, termasuk dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Ia berharap komunikasi dan kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat sektor pariwisata serta perekonomian Kota Banda Aceh.

“Terima kasih sekali lagi. Kami dari Pemerintah Kota Banda Aceh sangat mendukung kegiatan ini. Apabila ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, kami siap untuk berkomunikasi dan memberikan dukungan,” pungkasnya.(*)