Banda Aceh — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Halal Bi Halal pasca Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Aceh di Aula 3 In 1, Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat soliditas organisasi, menyatukan visi, serta meneguhkan kembali semangat kebangkitan pers Aceh di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
Mengusung tema “Satukan Hati, Eratkan Silaturrahmi, Bangkitkan Pers Aceh”, acara ini dihadiri para pengurus dan anggota SPS Aceh dalam suasana sederhana namun sarat makna. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan kuatnya komitmen insan pers dalam menjaga eksistensi dan kualitas media lokal.
Kegiatan semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh Tgk. Fauzan. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa profesi pers bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah besar yang menuntut kejujuran, integritas, dan tanggung jawab.
“Informasi yang disampaikan pers dapat menjadi penuntun bagi umat. Sejak masa Rasulullah, sudah ada sahabat yang dipercaya membawa kabar. Ini menunjukkan betapa penting dan mulianya peran tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, menegaskan bahwa Halal Bi Halal bukan hanya sekadar tradisi seremonial, melainkan titik temu untuk memperkuat fondasi organisasi serta mempererat hubungan antaranggota.
“Ini adalah agenda tahunan yang terus kita rawat. Dari silaturrahmi inilah lahir kekuatan bersama, yang menjadi modal utama dalam menjalankan organisasi,” katanya.
Ia menyampaikan, selama periode kepengurusan 2022–2026, SPS Aceh telah menunjukkan konsistensi dalam menjalankan berbagai program organisasi, sekaligus menjaga kekompakan internal di tengah dinamika industri media yang terus berubah.
Menurutnya, SPS Aceh juga telah mencatat sejumlah capaian membanggakan di tingkat nasional. Di antaranya dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SPS serta peringatan Hari Ulang Tahun SPS pada 2025, serta berhasil meraih predikat sebagai SPS terbaik nasional selama dua tahun berturut-turut.
Namun demikian, Muktarrudin menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh.
“Boleh jadi kita terlihat sederhana, tetapi dengan kerja keras dan kebersamaan, kita mampu bersaing di tingkat nasional. Ke depan, kita harus berani menatap dunia, membangun jejaring, dan menjalin kerja sama hingga ke level internasional,” tegasnya.
Ia menambahkan, transformasi digital yang terjadi saat ini menuntut perusahaan pers untuk terus berinovasi, baik dalam hal konten, distribusi informasi, maupun model bisnis. Oleh karena itu, kolaborasi dan penguatan jaringan menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan industri media.
Selain itu, Muktarrudin juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan di tengah tantangan yang semakin dinamis.
“Sebagai pengusaha media, kita harus memegang prinsip S3 plus, yakni silaturrahmi, serius, dan sabar. Dengan itu, insya Allah jalan menuju kesuksesan akan terbuka,” tuturnya.
Ia berharap, melalui momentum Halal Bi Halal ini, seluruh anggota SPS Aceh dapat semakin solid, saling mendukung, dan terus berkontribusi dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, edukatif, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut ditutup dengan ramah tamah dan sesi foto bersama, yang semakin mempererat kebersamaan antar insan pers Aceh. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga pada soliditas dan sinergi antar pelakunya.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, SPS Aceh optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan serta mewujudkan target besar untuk membawa pers Aceh semakin maju, profesional, dan berdaya saing hingga ke tingkat internasional. (*)













