Aceh Besar — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menuntaskan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi tenaga pendidik di wilayah tersebut. Kebijakan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus mendorong kualitas pendidikan yang lebih baik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh proses pembayaran TPG telah rampung sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, tanpa menyisakan tunggakan.
“Alhamdulillah, seluruh pembayaran Tunjangan Profesi Guru di Kabupaten Aceh Besar telah kami selesaikan. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan hak-hak guru terpenuhi secara tepat waktu,” ujar Rahmawati di Kota Jantho, Senin (30/3/2026).
Ia menegaskan, TPG merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung profesionalisme guru. Dengan terpenuhinya tunjangan tersebut, para pendidik diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tugasnya dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Rahmawati menjelaskan, proses pencairan TPG melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) serta instansi terkait lainnya. Meski sempat dihadapkan pada sejumlah kendala administratif, seluruh tahapan akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.
“Kendala yang ada menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus memperbaiki sistem administrasi dan koordinasi, sehingga ke depan proses pencairan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Aceh Besar menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Peran guru sebagai ujung tombak pendidikan dinilai sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Jika kesejahteraan guru terjamin, maka kualitas pembelajaran juga akan meningkat. Ini menjadi dasar bagi kami untuk terus memperjuangkan hak-hak para pendidik,” tambah Rahmawati.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola, Pemkab Aceh Besar juga berkomitmen memperkuat transparansi pengelolaan anggaran pendidikan melalui digitalisasi sistem administrasi dan pelaporan.
Rahmawati turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mendukung peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait, kami optimistis dapat mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas di Aceh Besar,” pungkasnya.(*)













