Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan ketersediaan daging untuk perayaan tradisi Meugang menjelang Idul Fitri tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Aceh.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan bahwa secara umum kebutuhan daging pada setiap perayaan Meugang di Aceh berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton.
“Berdasarkan pantauan serta koordinasi Dinas Peternakan Aceh di lapangan, kebutuhan daging untuk perayaan Meugang Idul Fitri tahun ini dipastikan tercukupi dan aman,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, stok ternak yang tersedia di berbagai kabupaten/kota di Aceh saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.
Data Dinas Peternakan Aceh menunjukkan, stok sapi mencapai 16.381 ekor, dengan estimasi pemotongan sekitar 7.245 ekor untuk kebutuhan Meugang. Selain itu, juga tersedia 6.929 ekor kerbau serta 17.146 ekor kambing dan domba yang dapat menjadi alternatif konsumsi masyarakat.
Terkait harga daging di pasaran, Muhammad MTA menyampaikan bahwa harga biasanya mengalami fluktuasi menjelang Meugang karena meningkatnya permintaan masyarakat.
“Harga daging pada umumnya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp180.000 per kilogram. Kenaikan harga ini biasanya terjadi karena meningkatnya permintaan menjelang tradisi Meugang,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Aceh terus melakukan pemantauan agar harga tetap terkendali dan tidak terjadi spekulasi yang merugikan masyarakat.
“Gubernur Aceh telah menginstruksikan dinas terkait untuk terus memantau perkembangan harga di lapangan, agar mekanisme pasar tetap berjalan normal,” katanya.
Pemerintah Aceh juga mengimbau para pedagang untuk menjaga harga tetap wajar demi kenyamanan dan kemampuan beli masyarakat, khususnya dalam menyambut tradisi Meugang yang menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Aceh menjelang hari raya.
“Gubernur berharap para pedagang dapat memperhatikan harga yang layak sehingga masyarakat tetap dapat merayakan tradisi Meugang dengan nyaman,” ujar Muhammad MTA.
Pemerintah Aceh memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok maupun perkembangan harga di pasar. Apabila terdapat informasi terbaru, pemerintah akan segera menyampaikannya kepada masyarakat melalui media.(*)













