BANDA ACEH – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Marlina Muzakir mengajak Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Aceh untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadhan sebagai sarana mengasah kreativitas dan inovasi sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Marlina Muzakir yang akrab disapa Kak Na, usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gekrafs Aceh di Sekretariat Gekrafs Aceh, Sabtu (14/3/2026) sore.
Menurut Kak Na, Ramadhan merupakan momentum yang tepat bagi generasi muda, khususnya yang tergabung dalam Gekrafs, untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif yang dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Aceh.
“Ramadhan tentu menjadi sebuah sarana yang tepat bagi Gekrafs untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Di sisi lain, rasa kesetiakawanan dan kepedulian kepada sesama tentu harus terus dipupuk,” ujar Kak Na.
Ia menilai, kehadiran Gekrafs Aceh yang digerakkan oleh kalangan anak muda memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif di Bumi Serambi Mekah.
Selain itu, Kak Na juga mengapresiasi peran aktif Gekrafs Aceh dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk dalam upaya penanganan bencana serta tanggap darurat terhadap bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi di Aceh.
“Dalam konteks memupuk kepedulian sesama, kita tentu cukup berbangga hati, karena Gekrafs Aceh sangat aktif dalam upaya penanganan bencana serta tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Aceh. Hari ini, kepedulian tersebut juga tergambar dari kegiatan santunan dan penyerahan bingkisan kepada puluhan anak yatim. Dekranasda Aceh tentu sangat mengapresiasi hal ini,” katanya.
Kak Na juga mengajak Gekrafs untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, dinas, serta lembaga terkait guna mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif di Aceh. Ia juga berharap kolaborasi antara Gekrafs dan Dekranasda Aceh dapat terus ditingkatkan.
Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dengan bergabungnya Gekrafs yang beranggotakan anak-anak muda dalam upaya memajukan sektor ekonomi kreatif Aceh, saya optimis sektor ini mampu memberi sumbangsih bagi pemerintah dalam membuka lapangan kerja, menekan angka pengangguran, serta menumbuhkan sentra-sentra ekonomi kreatif yang mampu mendorong perekonomian Aceh menjadi lebih baik,” ujar Kak Na.
Sementara itu, Ketua Gekrafs Aceh, Sunil Iqbal, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh dalam memajukan sektor ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Menurut Sunil, Gekrafs Aceh siap terlibat dalam berbagai agenda pembangunan yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi kreatif serta pemberdayaan generasi muda.
“Gekrafs tentu sangat siap untuk dilibatkan dalam setiap agenda Pemerintah Aceh serta Dekranasda Aceh dalam upaya memajukan sektor ekonomi kreatif demi mendorong pertumbuhan perekonomian Aceh,” ujar Sunil.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan buka puasa bersama tersebut.
Sunil menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan buka puasa bersama perdana yang diselenggarakan oleh Gekrafs Aceh sejak terbentuknya kepengurusan wilayah di Aceh.
“Ini merupakan buka puasa bersama perdana Gekrafs Aceh. Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh pengurus yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Alhamdulillah, pada kesempatan ini kita juga dapat berbagi kebahagiaan dengan adik-adik kita anak-anak yatim,” pungkas Sunil.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, serta diakhiri dengan penyerahan santunan dan bingkisan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. (*)













