BANDA ACEH – Polda Aceh menggelar Operasi Ketupat Seulawah 2026 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi tersebut berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pada pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. memastikan kesiapan pengamanan tersebut dengan meninjau langsung sejumlah pos pengamanan (pos pam) yang didirikan di berbagai titik strategis di wilayah Aceh.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana yang disiapkan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.
“Saat ini Polda Aceh bersama Polres jajaran dan stakeholder terkait melaksanakan Operasi Ketupat Seulawah 2026. Untuk mendukung operasi tersebut, telah didirikan sebanyak 61 pos pengamanan di seluruh wilayah Aceh,” ujar Kapolda Aceh dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Kapolda menjelaskan bahwa dari total 61 pos yang didirikan tersebut terdiri dari 34 Pos Pengamanan (Pos Pam), 23 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 4 Pos Terpadu yang tersebar di berbagai daerah di Aceh.
Menurutnya, keberadaan pos-pos tersebut sangat penting sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran. Pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengamanan, tetapi juga sebagai lokasi pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.
“Pos-pos ini menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Di sana masyarakat bisa mendapatkan bantuan, informasi, tempat beristirahat, hingga layanan darurat apabila mengalami kendala selama perjalanan mudik,” jelasnya.
Selain mendirikan pos pengamanan, Polda Aceh juga mengerahkan ribuan personel untuk mendukung kelancaran pelaksanaan operasi tersebut.
Kapolda menyebutkan bahwa sebanyak 3.279 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026. Personel tersebut berasal dari jajaran Polda Aceh, Polres di seluruh wilayah Aceh, serta didukung oleh berbagai instansi terkait.
“Sebanyak 3.279 personel diterjunkan dalam Operasi Ketupat ini. Seluruh upaya tersebut dilakukan untuk mewujudkan mudik aman dan keluarga bahagia bagi masyarakat,” kata Kapolda.
Ia juga menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur transportasi, tetapi juga pada sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
Adapun sasaran pengamanan dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026 meliputi terminal, bandara, pelabuhan, masjid dan tempat ibadah, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta berbagai pusat keramaian lainnya yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama Idulfitri.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa dalam pelaksanaan operasi tersebut, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai instansi terkait seperti TNI, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta unsur lainnya untuk memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.
Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Aceh.
Selain itu, Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu memperhatikan keselamatan selama di perjalanan, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang tersedia di pos-pos pengamanan apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.
“Kami berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman, tertib, dan nyaman. Kehadiran personel di pos-pos pengamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri bersama keluarga,” pungkasnya.
Melalui Operasi Ketupat Seulawah 2026, Polda Aceh berkomitmen untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Aceh. (*)













