BeritaHeadline

Ketua MPU Aceh Sebut Kapolda Aceh Sosok Pekerja Keras dan Responsif Saat Bencana

×

Ketua MPU Aceh Sebut Kapolda Aceh Sosok Pekerja Keras dan Responsif Saat Bencana

Share this article
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. M. Faisal Ali. Foto: (Humas Polda Aceh).

Banda Aceh — Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. M. Faisal Ali atau yang akrab disapa Abu Sibreh, menilai Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ali Basyah, M.M. sebagai sosok pemimpin pekerja keras yang selalu turun langsung ke lapangan, terutama saat menangani bencana di Aceh.

Abu Sibreh mengaku mengenal dekat Kapolda Aceh dan pernah bekerja sama dalam sejumlah kegiatan. Menurutnya, Ali Basyah menunjukkan totalitas dalam membantu penanganan pascabanjir dan longsor di berbagai daerah.

“Saya melihat sendiri bagaimana beliau memobilisasi personel, peralatan, serta memprioritaskan keselamatan masyarakat. Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi kerja nyata di lapangan,” ujar Abu Sibreh.

Ia mengatakan, dalam situasi darurat Kapolda Aceh tidak hanya memberikan instruksi dari balik meja, tetapi juga turun langsung memantau kondisi di lokasi bencana. Kapolda juga memastikan distribusi logistik berjalan lancar, dapur umum beroperasi, serta proses evakuasi korban berlangsung cepat dan terkoordinasi.

“Beliau tipe pemimpin yang tidak ingin hanya menerima laporan. Harus melihat langsung kondisi di lapangan agar keputusan yang diambil tepat sasaran,” katanya.

Selain respons dalam penanganan bencana, Abu Sibreh juga menilai kepemimpinan Kapolda Aceh menunjukkan sejumlah capaian positif di bidang penegakan hukum. Berdasarkan kajian lembaga survei, angka tindak pidana umum di Aceh tercatat menurun sekitar 14,9 persen, sementara tingkat penyelesaian perkara meningkat dari sekitar 72 persen menjadi 82 persen.

Penindakan terhadap jaringan narkotika juga menjadi perhatian serius. Pada Oktober 2025, aparat kepolisian berhasil membongkar jaringan narkotika lintas provinsi dengan barang bukti yang signifikan. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk konsistensi dan intensitas penegakan hukum di wilayah Aceh.

Upaya tersebut bahkan mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi III DPR RI, yang menilai adanya tren positif dalam penegakan hukum serta kemampuan manajemen krisis di jajaran kepolisian daerah.
Tidak hanya fokus pada keamanan, Polda Aceh juga menjalankan program berbasis lingkungan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman ribuan bibit mangrove serta penindakan terhadap praktik perusakan lingkungan.

Menurut Abu Sibreh, pendekatan yang memadukan penegakan hukum, kepedulian terhadap lingkungan, serta respons cepat terhadap bencana merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Kerja keras beliau harus didukung, bukan hanya dengan apresiasi sesaat, tetapi juga dukungan kebijakan dan penguatan kapasitas agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.(*)