ACEH BARAT — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Kodim 0105/Aceh Barat resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 tahun anggaran 2025.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil di Lapangan Gampong Lueng Jawa, Kecamatan Woyla Program ini menjadi bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat Fadly Octora mengatakan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran melalui APBK 2026 untuk berbagai pekerjaan fisik di desa sasaran.
“Peningkatan jalan sirtu sepanjang 5.450 meter dengan lebar 4 meter, penahan timbunan 500 meter, wingwall 7 meter, rehabilitasi tiga unit gorong-gorong, pembangunan talud, serta cerucuk bambu sepanjang 256 meter dan kegiatan nonfisik,” kata Fadly.
Ia menyebutkan pelaksanaan kegiatan berlangsung mulai Februari hingga pertengahan Maret 2026, selama tidak terkendala faktor teknis maupun cuaca.
Menurut Fadly, TMMD diharapkan mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat desa, mulai dari akses transportasi hingga penguatan ketahanan sosial dan ekonomi warga.
“Kegiatan ini diharapkan mendorong ketahanan pangan, kesehatan, dan sosial masyarakat. Kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat akan memperkuat kekompakan dalam menyelesaikan persoalan bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan keterlibatan TNI-Polri sangat membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran pembangunan. Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu mengisi kekosongan pembangunan sekaligus mewujudkan pemerataan di wilayah pedalaman.
Salah satu prioritas utama TMMD tahun ini adalah peningkatan jalan penghubung antar desa di Kecamatan Woyla sepanjang sekitar 5,46 kilometer. Jalan tersebut selama ini hanya dapat dilalui saat musim kemarau karena kondisi tanah berlumpur ketika hujan.
“Anak-anak sekolah juga melintasi jalan ini. Saat hujan tidak bisa dilalui. Harapan kami melalui TMMD tahun ini akses tersebut bisa tuntas,” kata Fadly.
Program TMMD merupakan kegiatan terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat desa guna meningkatkan kualitas hidup warga secara berkelanjutan. (*)













