HeadlinePemerintah

RSUD Zainoel Abidin Berikan Pelayanan Ekstra Sejak Bencana, Tambah 120 Tempat Tidur

×

RSUD Zainoel Abidin Berikan Pelayanan Ekstra Sejak Bencana, Tambah 120 Tempat Tidur

Share this article
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Foto: (Dok. RSUDZA).

BANDA ACEH — Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Aceh memberikan pelayanan ekstra sejak bencana melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari penekanan langsung Gubernur Aceh dalam upaya tanggap darurat penanganan korban bencana.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menyampaikan bahwa RSUDZA telah menyiapkan layanan subspesialistik secara lengkap dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan subspesialis yang siaga 24 jam setiap hari. Seluruh pelayanan didukung oleh fasilitas penunjang seperti laboratorium, radiologi, farmasi, gizi, laundry, CSSD, pemulasaraan jenazah, serta sistem utilitas rumah sakit yang terjaga, termasuk listrik, air bersih, sanitasi, dan gas medis.
“Sejak awal bencana, manajemen RSUDZA mengambil langkah-langkah strategis sebagai tindakan solutif dan terpadu untuk memastikan kesiapsiagaan penanganan korban bencana maupun pasien rujukan,” ujar Muhammad MTA dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).

Sejak 29 November 2025, RSUDZA juga telah mengirimkan personel tenaga medis dan tenaga kesehatan bersama Tim Dinas Kesehatan Aceh ke sejumlah daerah terdampak, antara lain Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Tim ini memberikan pelayanan kesehatan primer dan spesialistik langsung kepada para korban bencana.

Layanan yang diberikan mencakup berbagai bidang spesialistik, di antaranya emergency medik, pediatri, bedah, anestesi, penyakit dalam, jantung, neurologi, kulit dan kelamin, THT, pulmonologi, layanan umum, serta keperawatan. Seluruh layanan tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.

Selain pelayanan langsung di lapangan, RSUDZA juga menerima dan memfasilitasi rujukan medis melalui ambulans udara (medivac-air) dari wilayah yang tidak dapat dijangkau melalui jalur darat akibat terputusnya jalan dan jembatan. Proses ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan Lanud, Kesdam, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan Public Safety Center (PSC).

Mengantisipasi lonjakan pasien rujukan, manajemen RSUDZA saat ini tengah mengembangkan ruang transit Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengurangi kepadatan dan penumpukan pasien, seiring dengan mulai pulihnya akses rujukan darat.

Dalam upaya meningkatkan kapasitas layanan, RSUDZA juga telah menambah 120 tempat tidur rawat inap. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas tempat tidur RSUDZA per 2025 kini mencapai 959 bed, meningkat dari sebelumnya 839 bed.
Sejak bencana berlangsung, tercatat sekitar 146 pasien dari daerah terdampak telah dirujuk dan ditangani di RSUDZA.

Muhammad MTA menegaskan, berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat. Dalam sejumlah kesempatan, Gubernur Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan bersama-sama bangkit dari bencana demi Aceh yang lebih baik.(*)