DaerahHeadline

USK Beri Pendampingan Pendidikan untuk Anak-Anak Pengungsi Bencana di Bireuen

×

USK Beri Pendampingan Pendidikan untuk Anak-Anak Pengungsi Bencana di Bireuen

Share this article
Relawan Satgas USK melakukan pendampingan belajar bagi anak-anak pengungsi di Gampong Blang Panjoe, Peusangan, Bireuen, Selasa (9/12/2025). Foto: (Humas USK).

Bireuen – Satgas Bencana Universitas Syiah Kuala (USK) memperluas layanan tanggap darurat dengan menghadirkan pendampingan pendidikan dan pemulihan psikososial bagi anak-anak korban bencana. Sebanyak 60 anak pengungsi di Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, mulai mendapatkan layanan pendidikan darurat sejak awal pekan ini.

Program ini dijalankan oleh tim relawan USK melalui rangkaian aktivitas belajar ringan, permainan edukatif, dan pembinaan karakter. Pendampingan tersebut bertujuan menjaga motivasi anak serta mengurangi tekanan psikologis akibat terganggunya rutinitas sekolah selama masa tanggap darurat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) “SAHABAT” yang didanai tahun 2025. Program dipimpin oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, dengan melibatkan 12 personel gabungan dari akademisi, praktisi kebencanaan, dan relawan Satgas Senyar USK.

“Masa darurat bukan alasan menghentikan proses belajar. Justru di saat seperti ini anak-anak membutuhkan stimulasi psikososial agar tumbuh kembang mereka tetap terjaga. Ruang untuk belajar, bermain, dan berinteraksi di lokasi pengungsian sangat penting,” ujar Dr. Rina, Selasa (9/12/2025).

Meski berada dalam skema PKM, kegiatan ini sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem operasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh, sehingga koordinasi lapangan, pemetaan kebutuhan, serta penugasan relawan dapat berjalan efektif.

Saat ini, relawan USK juga berkoordinasi dengan perangkat gampong untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan, termasuk penyediaan tenda belajar dan sarana edukasi bagi anak-anak.

“Satgas USK berkomitmen untuk memperluas pendampingan di titik-titik pengungsian lainnya. Anak-anak adalah kelompok paling rentan, dan dukungan terhadap pemulihan psikososial mereka menjadi prioritas utama,” tutup Dr. Rina.(*)