DaerahHeadline

YARA Serukan S.OS Darurat, Desak Pemerintah Pusat Segera Tangani Krisis Bener Meriah–Aceh Tengah

×

YARA Serukan S.OS Darurat, Desak Pemerintah Pusat Segera Tangani Krisis Bener Meriah–Aceh Tengah

Share this article
Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan. Foto: (Humas YARA).

Bener Meriah – Kepanikan dan kecemasan terus menyelimuti dataran tinggi Gayo setelah banjir bandang dan longsor besar melumpuhkan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sudah memasuki hari kelima, ribuan warga masih terisolasi tanpa akses transportasi, komunikasi, maupun bantuan memadai.

Melihat situasi yang kian kritis, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengeluarkan seruan S.OS darurat kepada pemerintah pusat agar segera melakukan intervensi cepat dan komprehensif dalam penanganan bencana tersebut.

Kepala Perwakilan YARA Bener Meriah, Muhammad Dahlan, menyebut kondisi warga berada pada fase darurat kemanusiaan. Hingga Sabtu (29/11/2025), belum ada tanda-tanda kehadiran bantuan signifikan dari pemerintah pusat yang menjangkau titik-titik terdampak.

“Sudah lima hari warga bertahan tanpa kepastian. Bantuan dari pusat belum masuk sama sekali. Komunikasi terputus, informasi minim, dan masyarakat hidup dalam kecemasan. Ini situasi yang kini sangat memprihatinkan,” ujar Dahlan.

Material longsor menutup seluruh jalur utama ke Bener Meriah dan Aceh Tengah. Beberapa titik bahkan mengalami amblas total sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi tanah yang labil dan intensitas hujan tinggi turut memperbesar risiko bagi petugas maupun relawan.

Selain memutus akses logistik, lumpuhnya jalur darat membuat banyak desa belum berhasil didata. Informasi terkait korban, kebutuhan mendesak, maupun kondisi warga sangat terbatas.

Dalam kondisi geografis yang sulit, YARA meminta pemerintah pusat untuk segera mengerahkan helikopter guna membawa logistik mendesak seperti makanan, air bersih, obat-obatan, tenda, serta selimut untuk pengungsian.

“Helikopter adalah satu-satunya opsi tercepat saat ini. Setiap penundaan bisa berakibat fatal bagi warga, terutama anak-anak, lansia, dan perempuan,” tegas Dahlan.

YARA juga mendesak keterlibatan aktif BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan Pemerintah Aceh untuk melakukan evakuasi, assesment kebutuhan, hingga distribusi bantuan secara terkoordinasi.

Minimnya bantuan dan terputusnya komunikasi membuat warga berada dalam kondisi rentan. Beberapa desa dilaporkan mengalami kekurangan makanan, obat-obatan, serta akses layanan kesehatan.

“Situasi di lapangan sudah sangat genting. Ribuan warga membutuhkan intervensi cepat dan menyeluruh. Kita tidak boleh membiarkan mereka menghadapi bencana ini sendirian,” kata Dahlan.

Di tengah lambannya respons pemerintah pusat, YARA mengajak organisasi sosial, komunitas mahasiswa, relawan kemanusiaan, hingga masyarakat Aceh di perantauan untuk memperkuat solidaritas membantu warga Gayo yang kini berada di titik paling rentan.

Catatan YARA (Ringkasan Fakta Lapangan):

Warga di sejumlah titik di Bener Meriah–Aceh Tengah sudah lima hari terisolasi total.

Belum ada bantuan signifikan dari pemerintah pusat, jalur darat tertutup longsor.

Komunikasi terputus, pendataan warga sulit dilakukan.

YARA desak helikopter dikerahkan segera untuk kirim logistik dan evakuasi.

Risiko kemanusiaan meningkat, terutama bagi kelompok rentan.

YARA minta aksi cepat dan koordinasi terpadu dari BNPB, Pemerintah Aceh, TNI/Polri, Basarnas.(*)