Banda Aceh – Cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Aceh berdampak serius terhadap pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) 2025. Pengurus KONI Aceh meminta Pengprov cabor menunda sementara pelaksanaan Pra PORA, khususnya bagi cabang olahraga yang masih memiliki jadwal pertandingan dalam beberapa pekan ke depan.
Wakil Ketua II (Bidang Bimpres) Baktiar, menyampaikan bahwa kondisi banjir dan hujan berintensitas tinggi telah menghambat mobilitas atlet. Sejumlah daerah bahkan tidak dapat diakses akibat jalan nasional yang terputus.
“KONI Aceh sangat mengharapkan kepada Pengprov, kalau situasi dan suasana alam seperti ini, dengan cuaca ekstrem, kalau bisa digeserkan atau ditunda Pra PORA,” ujar Baktiar.
“Semua Pengprov harus memikirkan tempat pertandingan. Kalau memang mau digeserkan, segera mengirim surat kepada Pengcab di seluruh kabupaten/kota, dan keputusan akhirnya tetap di KONI.”
Bakhtiar menegaskan, kondisi di lapangan sudah cukup mengkhawatirkan. Sejumlah wilayah seperti Sigli, Takengon, Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Utara, dan Aceh Timur dilaporkan mengalami banjir parah.
“Itu sudah luar biasa banjir. Jalan nasional terputus total. Jadi dengan kondisi cuaca ekstrem ini, ditunda sementara saja, bukan dipindah. Ini penting supaya atlet dari daerah bisa hadir dengan aman,” katanya.
Ia menjelaskan, Beberapa pertandingan Pra PORA yang berlangsung di luar Banda Aceh juga terdampak.
Di antaranya:
Balap sepeda di Aceh Tamiang, Wushu di Takengon, Karate di Simeulue dan Sejumlah cabor lain juga sedang berjalan di Meulaboh.
“Kalau di Simeulue mungkin aman, tapi perjalanan atlet menuju Banda Aceh sangat sulit. Makanya solusinya adalah digeser dulu. Batas pelaksanaan Pra PORA masih panjang, sampai 24 Desember,” kata Baktiar.
Bakhtiar menyebutkan, dari total cabor yang dijadwalkan, baru 15 cabor yang telah menyelesaikan Pra PORA, sementara 14 cabang olahraga lainnya masih menunggu giliran.
Ia menegaskan pentingnya partisipasi setiap cabor, mengingat Pra PORA merupakan babak kualifikasi menuju PORA 2026 di Aceh Jaya.
“Semua pencab harus aktif. Ini babak kualifikasi. Kalau tidak ikut Pra PORA, maka otomatis tidak bisa ikut PORA 2026,” jelasnya.
Di tengah situasi cuaca yang tidak menentu, KONI Aceh juga mengimbau seluruh atlet menjaga kondisi fisik dan tetap berlatih.
“Kami berharap atlet tetap menjaga kebugaran dan terus berlatih, supaya bisa meloloskan diri ke PORA 2026 di Aceh Jaya. Kita doakan bersama semoga cuaca ekstrem ini segera mereda,” ujar Baktiar.(*)












