HeadlinePariwara

Waduk Paya Seunara, Icon Wisata Baru dengan Pesona Alam Asri di Kota Sabang

×

Waduk Paya Seunara, Icon Wisata Baru dengan Pesona Alam Asri di Kota Sabang

Share this article
Icon wisata tugu dan jogging track di pinggiran Waduk Paya Seunara yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Foto: (Suara Aceh).

Sabang – Pulau Weh tidak hanya memiliki pantai dan wisata bahari yang mendunia. Di balik hijaunya perbukitan Kota Sabang, terdapat sebuah destinasi yang kini semakin mencuri perhatian wisatawan: Waduk Paya Seunara. Terletak di Desa Paya Seunara, Kecamatan Sukakarya, waduk ini merupakan satu-satunya bendungan yang dimiliki Kota Sabang sekaligus menjadi salah satu sumber air baku bagi masyarakat. Namun lebih dari itu, Paya Seunara kini telah berkembang menjadi ikon wisata baru yang menawarkan keteduhan, ketenangan, dan keindahan alam yang sulit ditemui di tempat lain.

Waduk Paya Seunara awalnya dibangun sebagai infrastruktur penyedia air baku bagi masyarakat Sabang. Dikerjakan sejak 2001, proyek ini sempat terhenti dan dilanjutkan pada 2011, hingga akhirnya rampung pada 2015 dan mulai beroperasi pada akhir 2016. Dengan luas mencapai sekitar 90 hektare, waduk ini mendapatkan pasokan air dari mata air pegunungan Paya Seunara serta curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut. Volume awal waduk mencapai sekitar 154.000 m³, menjadikannya salah satu penopang utama kebutuhan air bagi warga Sabang.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat dan pemerintah melihat potensi lain dari keberadaan waduk ini: pesonanya sebagai objek wisata alam. Lanskapnya yang dikelilingi hutan hijau, udara yang sejuk, dan suasana yang tenang membuat waduk ini cepat menjadi favorit pengunjung.

Suasana alam yang masih sangat alami menjadi daya tarik utama Waduk Paya Seunara. Setiap pagi, area waduk diselimuti kabut tipis yang menggantung di atas permukaan air, menciptakan nuansa magis yang sering diburu fotografer dan pecinta alam. Sementara pada sore hari, langit jingga yang memantul di permukaan air menghadirkan pemandangan dramatis yang sangat memanjakan mata.

Bagi pengunjung yang mencari ketenangan, waduk ini menjadi lokasi ideal untuk relaksasi. Suara burung yang bersahutan, udara yang segar, serta pemandangan pegunungan yang membingkai area waduk menciptakan suasana meditasi alami yang jarang ditemukan di destinasi wisata ramai.

Selain itu, kontur geografis Paya Seunara yang berbukit menjadikan lokasi ini cocok sebagai spot fotografi dari berbagai sudut. Banyak pengunjung datang hanya untuk mengabadikan momen sunrise atau sunset di area jogging track yang baru dibangun.

Salah satu terobosan penting dalam pengembangan destinasi ini adalah pembangunan icon tugu dan jogging track di sekitar waduk. Dua fasilitas ini menjadi magnet baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menikmati suasana waduk sambil berolahraga ringan.

Ketua Pemuda Paya Seunara, Edy Syah Putra, mengatakan bahwa kehadiran kedua fasilitas tersebut membuat kunjungan wisatawan semakin meningkat.

“Alhamdulillah sudah banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar kota. Setidaknya ini ada dampak untuk ekonomi masyarakat kita. Semoga ke depan akan lebih banyak lagi pengunjung ke tempat kami ini,” ujar Edy, Rabu (15/10/2025).

Jogging track yang dibangun melingkar di sekitar area waduk menawarkan jalur olahraga yang nyaman dengan pemandangan langsung menghadap air dan perbukitan hijau. Banyak warga Sabang memanfaatkan lokasi ini untuk olahraga pagi maupun sore hari.

Salah satu kelebihan lain dari Waduk Paya Seunara adalah aksesnya yang sangat mudah dijangkau. Lokasinya berada di jalur yang menghubungkan Kota Sabang dengan kawasan wisata Iboih—destinasi favorit para wisatawan. Dari Pelabuhan Balohan, pengunjung hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 25 menit menggunakan sepeda motor atau mobil untuk mencapai lokasi ini.

Letaknya yang berada di tengah jalur wisata membuat Paya Seunara sangat cocok dijadikan persinggahan sebelum atau setelah berkunjung ke Iboih, Pantai Gapang, atau berbagai spot wisata lainnya. Banyak wisatawan yang kini memasukkan waduk ini sebagai satu paket kunjungan ketika berada di Pulau Weh.

Perkembangan Waduk Paya Seunara sebagai destinasi wisata juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Berbagai usaha mulai berkembang, seperti pedagang minuman, jajanan lokal, penyewaan spot foto, hingga jasa pemandu lokal.

Sebagian pemuda setempat juga terlibat aktif menjaga kebersihan dan keamanan area, sekaligus membantu wisatawan menemukan spot terbaik untuk menikmati pemandangan. Aktivitas masyarakat ini memperlihatkan bahwa destinasi wisata dapat dikelola secara swadaya dan memberikan manfaat langsung tanpa mengubah karakter alami kawasan.

Edy menegaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam pengelolaan waduk menjadi kunci penting bagi keberlanjutan destinasi ini.
“Kita berharap pemerintah juga terus mendukung upaya masyarakat. Waduk ini punya potensi besar dan layak menjadi salah satu ikon wisata Sabang,” ujarnya.

Waduk Paya Seunara juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata terpadu. Dengan kondisi alam yang masih sangat murni, waduk dapat dilengkapi dengan fasilitas wisata edukasi seperti:

jalur trekking alam,taman tematik,area swafoto,wahana perahu kecil,pusat edukasi air dan lingkungan,serta rest area ramah pengunjung.

Jika dikelola dengan baik, waduk ini tidak hanya menjadi lokasi relaksasi, tetapi juga tempat edukasi lingkungan bagi pelajar, keluarga, maupun komunitas pecinta alam.

Selain itu, keindahan panoramanya membuka peluang untuk penyelenggaraan kegiatan komunitas seperti lomba fotografi, fun run, gathering, hingga event musik dengan konsep outdoor yang tetap menjaga kelestarian alam.

Kehadiran Waduk Paya Seunara sebagai destinasi baru semakin memperkaya pilihan wisata Sabang. Selama ini, wisata bahari menjadi daya tarik utama Pulau Weh, namun berkembangnya wisata alam dan rekreasi darat menjadi bagian penting dalam pemerataan destinasi.

Dengan hadirnya destinasi seperti Paya Seunara, Sabang memperluas peta wisata dan memperpanjang lama tinggal wisatawan. Mereka tidak hanya datang untuk snorkeling atau diving, tetapi juga menikmati suasana pedesaan dan keasrian alam yang begitu khas.

Destinasi ini juga mendukung visi Pemerintah Kota Sabang untuk mengembangkan wisata berkelanjutan, berbasis masyarakat, dan berorientasi pada pelestarian lingkungan.

Pada akhirnya, Waduk Paya Seunara bukan hanya sekadar bendungan penyedia air. Ia adalah ruang yang memadukan fungsi vital dengan pesona alam yang menenangkan. Lokasi ini menjadi pilihan ideal bagi keluarga, komunitas, pecinta fotografi, hingga pengunjung yang membutuhkan ruang untuk melepas penat.

Dengan dukungan masyarakat lokal dan pemerintah, Waduk Paya Seunara semakin berpotensi menjadi ikon wisata baru yang memperkaya kekayaan destinasi Kota Sabang.(*)

Advertorial.