HeadlineRagam

USK Jadi Tuan Rumah Program Internasional Healthy Paths 2025

×

USK Jadi Tuan Rumah Program Internasional Healthy Paths 2025

Share this article

*Perkuat Kolaborasi Tiga Benua untuk Kesehatan Global Berkelanjutan

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Marwan, didampingi Direktur Sekolah Pascasarjana USK Prof. Dr. Hizir Sofyan dan Project Leader dari University of Göttingen Prof. Dr. Sebastian Vollmer, membuka secara resmi program internasional Healthy Paths 2025 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin (14/10/2025). Foto: Humas USK.

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah pelaksanaan program internasional Healthy Paths 2025 yang mengusung tema “Interdisciplinary and International Online Blended-Learning Course and Summer School on Sustainable Global Health”. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin (14/10/2025).

Program ini merupakan kolaborasi antara USK, University of Göttingen (Jerman), dan University of Antananarivo (Madagaskar) dengan dukungan DAAD SDG Partnership Project, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk UNICEF Aceh.

Kegiatan Healthy Paths 2025 menggabungkan pembelajaran daring lintas semester dengan sesi tatap muka intensif. Peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi dari tiga benua—Asia, Eropa, dan Afrika—yang berkolaborasi membahas isu-isu kesehatan global berkelanjutan.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya mengatakan bahwa program ini menjadi bukti komitmen USK dalam memperkuat kolaborasi internasional demi menjawab tantangan global di bidang kesehatan.

“Keterlibatan para pakar dari tiga benua menunjukkan bahwa kolaborasi internasional bukan hanya soal pertukaran akademik, tetapi juga tentang menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Marwan.

 

Ia berharap hasil dari program tersebut dapat memperkuat kapasitas riset dan pengabdian, sekaligus mendukung misi USK menuju World Class University.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. Hizir Sofyan, menjelaskan bahwa Healthy Paths merupakan bagian dari proyek kemitraan DAAD Sustainable Development Goals (SDG Partnership Project) yang menghubungkan tiga universitas dari tiga benua. Tahun lalu kegiatan ini dilaksanakan di University of Göttingen, Jerman, dan tahun depan akan berlanjut di University of Antananarivo, Madagaskar.

Menurutnya, Healthy Paths menjadi platform pembelajaran kolaboratif lintas disiplin yang mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi), SDG 13 (Aksi Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

“Aceh menjadi lokasi yang sangat relevan karena memiliki sejarah ketangguhan dan semangat komunitas yang kuat. Kami berharap para peserta dapat belajar langsung dari konteks lokal, sekaligus menyumbangkan ide untuk memperbaiki gizi, menurunkan stunting, dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.

 

Sementara itu, Project Leader dari University of Göttingen, Prof. Dr. Sebastian Vollmer, mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali ke Aceh dan melanjutkan kolaborasi panjang antara Göttingen dan USK.

“Saya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Aceh karena sebagian data penelitian disertasi saya diambil di Banda Aceh. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa hasil akademik benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Kegiatan Healthy Paths 2025 diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik internasional, memfasilitasi pertukaran pengetahuan lintas negara, dan mendorong solusi nyata untuk tantangan kesehatan global yang berkelanjutan.(*)