Aceh Barat – Sabtu siang, 20 September 2025, halaman luas di Gampong Suak Awe, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, berubah menjadi saksi dimulainya pembangunan Masjid Jamik Al-Ikhlas. Peletakan batu pertama dilakukan dengan penuh khidmat, disaksikan pemerintah gampong, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Meski Keuchik Muhammad Nasir tengah sakit, pesan hangatnya tetap sampai melalui Heri Afriansyah yang mewakili. Dalam sambutannya, ia menyebut pembangunan masjid ini sebagai kesempatan emas untuk berinvestasi dalam amal jariyah. “Mungkin ada yang hanya bisa menyumbang sedikit, ada yang banyak, atau menyumbang tenaga dan pikiran. Namun percayalah, sekecil apa pun yang kita ikhlaskan, akan bernilai besar di sisi Allah Ta’ala,” ujar Nasir, seperti dituturkan Heri.
Rencana Besar di Atas Lahan 25×80 Meter
Laporan teknis disampaikan Tgk. Syamsul Fuaddi mewakili ketua panitia Tgk. Nyak Ara. Menurutnya, lahan pembangunan seluas 25 x 80 meter itu akan menampung bangunan utama berukuran 18 x 18 meter dengan tambahan teras 2,5 meter di sisi depan dan kiri-kanan. Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 3,16 miliar, sementara dana awal yang sudah terkumpul sekitar Rp 150 juta.
“Masjid lama tetap berdiri, tidak dirusak. Namun karena arah kiblat bergeser, masjid baru harus dibangun agar ibadah lebih sempurna,” jelas Syamsul, yang mengajak masyarakat terus membuka hati dalam memberikan sedekah jariyah.
Pahala yang Tak Pernah Putus
Abu Mahmuddin, Pimpinan Dayah Serambi Aceh, hadir memberikan motivasi. Ia menekankan bahwa pembangunan masjid adalah ladang amal tanpa batas. “Ada yang bisa menyumbang pemikiran, tenaga, atau harta. Pahala sedekah untuk masjid akan terus mengalir hingga kapan pun. Dengan semangat membangun masjid, harapan saya masyarakat juga semangat berjamaah dan memakmurkan rumah Allah ini,” katanya.
Dukungan serupa datang dari pemerintah daerah. Bupati Aceh Barat, melalui Asisten Administrasi Umum Setdakab Nyak Na, SE, M.Ec Dev, menyampaikan bahwa pembangunan masjid harus menjadi prioritas berkala dan dijaga kemakmurannya. “Pemerintah akan terus mendorong agar masjid tidak hanya berdiri megah, tetapi juga hidup dengan aktivitas jamaah,” ujarnya.
Dukungan Kolektif
Panitia dan pemerintah gampong menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkomitmen membantu, mulai dari Bupati Aceh Barat, jajaran Muspida, Muspika, tokoh masyarakat, hingga para donatur. Di Suak Awe, pembangunan masjid tidak sekadar mendirikan bangunan, melainkan menanam harapan bersama: pahala yang mengalir tanpa henti, serta semangat kebersamaan dalam memakmurkan rumah Allah. (*)












