EkonomiHeadline

Iran-Israel Memanas, Harga Emas di Banda Aceh Kembali Merangkak Naik

×

Iran-Israel Memanas, Harga Emas di Banda Aceh Kembali Merangkak Naik

Share this article
Toko Emas Italy berlokasi di kawasan Pasar Aceh. Foto: Suara Aceh.

Banda Aceh – Harga emas di Kota Banda Aceh kembai merangkak naik dalam sepekan terakhir. Hari ini, Senin (16/6/2025), harga emas yang dijual oleh toko-toko di Banda Aceh berada di angka Rp5.800.000 per mayam (belum termasuk ongkos pembuatan). Kenaikan ini tercatat sekitar Rp100.000 dibandingkan pekan sebelumnya.

Menurut M. Daffa Faras Shabirah, pemilik Toko Emas Italy yang berlokasi di kawasan Pasar Aceh, lonjakan harga emas kali ini disebabkan oleh memanasnya kembali konflik antara Iran dan Israel.

“Penyebab kenaikan emas dikarenakan perang antara Iran dengan Israel, jadi kembali memanas, itulah penyebab emas kembali mengalami kenaikan,” kata Daffa kepada Suaraaceh.net, Senin (16/6/2025).

Meski harga mengalami kenaikan, masyarakat justru semakin aktif membeli emas. Daffa menyebut, sekitar 80 persen transaksi di toko Emas Italy saat ini adalah pembelian.

“Hanya 20 persen yang menjual. Meski harga emas mengalami kenaikan, masyarakat terus membeli, karena masyarakat tahu harga emas akan naik kembali,” tutur Daffa.

Ia menjelaskan bahwa harga emas saat ini belum menyamai rekor tertinggi sepanjang masa, yang terjadi pada 21 April 2025 lalu di angka Rp6.400.000 per mayam. Namun, setelah sempat menurun menjadi Rp5.400.000 pada awal Mei, kini harga kembali naik secara bertahap.

“Prediksi kami, harga emas ke depan masih akan terus naik. Jadi kalau ada uang, lebih baik dibelikan emas sekarang. Jangan tunggu turun, karena bisa jadi justru naik lagi,” imbau Daffa.

Daffa juga menjelaskan bahwa emas merupakan aset yang mudah dijual kembali saat dibutuhkan. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum saat ini, di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Kalau suatu saat butuh uang, tinggal dijual. Jadi kalau kita tunggu tunggu turun, malah bukan turun, malah naik harga emas, karena kita lihat ekonomi dan geopolitik dunia sedang tidak stabil,” pungkasnya. [*]