Beranda Headline Bentuk Keseriusan Pembinaan Usia Dini, Ketua Asprov PSSI Aceh Bagikan 500 Bola

Bentuk Keseriusan Pembinaan Usia Dini, Ketua Asprov PSSI Aceh Bagikan 500 Bola

Ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam, SE, MM foto bersama saat menghadiri penyerahan bola secara simbolis di Stadion Kuta Asan Sigli, Senin (5/2/2024).(Foto/Humas Asprov PSSI Aceh).

Banda Aceh : Asprov PSSI Aceh mendistribusikan sebanyak 500 bola ke sejumlah kabupaten/kota yang ada di Aceh. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan penuh untuk pengembangan sepakbola usia dini di provinsi ujung barat Indonesia.

“500 bola kaki yang telah kami bagikan tersebut baru untuk tahap awal, dari 5000 bola yang kita targetkan,” jelas Ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam, SE, MM kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (7/2/2024).

Nazir Adam menjelaskan, pembagian bola tersebut dilaksanakan dengan terjun langsung ke setiap daerah. Dengan menggandeng Askab atau Askot PSSI di seluruh Aceh. Langkah ini sengaja ditempuh demi memastikan bola yang diberikan tepat sasaran.

“Kita ingin bola yang kita bagikan benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerimanya. Insya Allah sangat bermanfaat untuk SSB di setiap daerah, maupun klub binaan PSSI,” ucapnya.

Nazir Adam yang juga calon anggota DPD RI dari Aceh itu menerangkan, sepak bola yang baik dan benar musti diperhatikan dari level usia dini hingga senior. “Jenjang tersebut tidak boleh terputus,”harapnya.

Karena itulah, Nazir Adam atas nama Asprov PSSI Aceh beserta jajaran Exco berupaya menyentuh aspek krusial, pembinaan usia dini dengan sarana dan pra sarana.

“PSSI Aceh sudah membuat Lisensi B gratis bagi pelatih, maka secara SDM kita sudah miliki. Kita juga mau membantu dengan memberikan bola kaki sebagai wujud pemenuhan salah satu sarana dan pra sarana,” ungkapnya.

Nazir Adam berharap, bola kaki yang sudah ada di Askab/Askot maupun SSB kiranya bisa menambah motivasi para pelatih untuk all out membina pesepakbola muda di Aceh. Di saat yang sama, momentum ini juga jawaban bahwa PSSI Aceh hadir dalam pembinaan usia dini.

“Agar Garuda Muda mendunia, tak ada jalan lain selain pembinaan yang benar dan mendapatkan dukungan penuh dari pemangku kepentingan. Insya Allah hasilnya akan kita petik di masa depan, dengan kembali dipanggilnya anak-anak Aceh berseragam timnas, utamanya di kelompok usia,” tutupnya.(*)