Beranda Headline Percasi Aceh Tetapkan 12 Pecatur untuk Pelatda 2024

Percasi Aceh Tetapkan 12 Pecatur untuk Pelatda 2024

Ketua Harian Percasi Aceh, Qamaruzzaman Haqny yang juga ketua panitia seleksi memantau langsung proses seleksi putaran kedua (terakhir, 8 besar) pecatur untuk Pelatda PON 2024, di aula Balee Ihsan, Banda Aceh, Minggu (24/12/2023) sore. Foto/Dok Percasi Aceh).

Banda Aceh – Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Aceh telah menetapkan 12 pecatur putra dan putri untuk dibina dalam pemusatan latihan daerah (Pelatda) pada 2024 yang akan dilaksanakan KONI Aceh sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024.

Ketua Umum Pengprov Percasi Aceh, H Ihsanuddin MZ,SE,MM mengatakan, ke 12 pecatur tersebut merupakan hasil seleksi yang dilaksanakan di Sekretariat Pengprov Percasi Aceh, Balee Ihsan, 20 hingga 24 Desember 2023.

Ia mengatakan, dengan spirit seleksi telah mendapatkan pecatur potensial dan berkemampuan yang optimal yang akan memasuki Pelatda 2024 untuk dipersiapkan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

Sementara itu, Ketua Harian Percasi Aceh, Qamaruzzaman Haqny yang juga ketua panitia seleksi, menyebutkan, proses dan jalannya seleksi rekrutmen pecatur untuk Pelatda 2024 berjalan lancar, sehingga menghasilkan 12 pecatur yang terdiri dari enam putra dan enam putri.

Enam pecatur putra yaitu MN Sarmadoli (Aceh Besar), FM Zulkhairi (Banda Aceh), MN Irwandi (Aceh Tengah), Musliadi (Banda Aceh), Marzuki (Aceh Tengah), Dika Ibrahim (Banda Aceh).

Enam pecatur putri yaitu MN Wita Rahayu, (Aceh Besar), MN Klarisa Sabila (Banda Aceh), Intan Nurhidayah (Aceh Tamiang), Agus Winarsih (Langsa), Annisa Aprilia (Abdya), Famela Naridha (Aceh Barat).

Qamaruzzaman menjelaskan, proses seleksi atlet putra dilakukan dua putaran. Putaran pertama dengan sistim Swiss tujuh babak berlangsung tiga hari 20 – 22 Desember, diikuti 47 pecatur.

Para pecatur tersebut merupakan peraih medali di PORA XIV/2022 di Pidie dan pecatur terbaik utusan Pengkab/Pengkot Percasi kabupaten/kota, masing-masing kuota dua atlet, dua peserta willcard Pengprov Percasi Aceh, yaitu MN Dika Ibrahim dan MN Jalaluddin Al Mubarok yang dinilai berprestasi di tingkat nasional pada 2023.

Sebutnya, dari seleksi putaran pertama terjaring lima pecatur sesuai peringkat 1 – 5 yaitu Master Nasional (MN) Dika Ibrahim (Pengprov Percasi Aceh), Musliadi S.Sos (Banda Aceh), Chairon (Lhokseumawe), Marzuki Tarigan (Aceh Tengah), Jalaluddin Al Mubarok (Pengprov Percasi Aceh).

Lalu, kelima pecatur itu bergabung bersama tiga atlet yang selama ini telah menjalani Pelatda KONI Aceh yaitu FM Zulkhairi, MN Sarmadoli, MN Irwandi melanjutkan seleksi putaran kedua sistim round robin (bertemu semua, 7 babak dengan 8 peserta) berlangsung dua hari, 23 – 24 Desember.

Dari putaran kedua (terakhir) itu terjaring enam pecatur sesuai peringkat 1 – 6 yaitu MN Sarmadoli (Aceh Besar), FM Zulkhairi (Banda Aceh), MN Irwandi (Aceh Tengah), Musliadi (Banda Aceh), Marzuki (Aceh Tengah), Dika Ibrahim (Banda Aceh).

Qamaruzzaman menyebutkan, untuk kategori putri, seleksi diikuti 14 pecatur utusan kabupaten/kota juga bertanding sistim Swiss tujuh babak, berlangsung dua hari, hanya dijaring tiga atlet sesuai peringkat 1 – 3 yaitu Agus Winarsih (Langsa), Annisa Aprilia (Abdya) dan Famela Naridha (Aceh Barat).

Katanya, dengan seleksi itu, pihaknya sudah memiliki enam pecatur putri dipersiapkan untuk PON yaitu tiga pecatur hasil seleksi ditambah tiga atlet potensial yakni MN Wita Rahayu (Aceh Besar), MN Klarisa Sabila (Banda Aceh) dan Intan Nurhidayah (Aceh Tamiang).

Fakta Integritas

Qamaruzzaman saat menutup seleksi daerah (Selekda) tersebut, Minggu (24/12/2023) malam, menyebutkan, 12 pecatur yang terpilih dari seleksi akan dipanggil untuk memasuk Pelatda yang direncanakan di awal Januari 2024.

Katanya, para pecatur yang telah lolos seleksi masuk Pelatda juga disyaratkan membuat pernyataan bersedia mengikuti fakta integritas sebagai atlet Pelatda menyanggupi mengikuti semua ketentuan Pelatda di antaranya disiplin, sanggup mengikuti semua program dan jadwal latihan.

Disebutkannya, para atlet yang tidak dapat mengikuti pakta integritas saat Pelatda berlangsung tentu akan tereliminasi.

Diharapkannya, para pecatur nantinya bisa menjalani Pelatda penuh semangat, disiplin, maksimal dan mengikuti program latihan yang diberikan pelatih. Semua diserahkan kepada dan ditentukan pelatih, Pengprov tidak mau intervensi soal teknis latihan dan atlet selama Pelatda.

Untuk diketahui pada PON XXI cabang catur dipertandingkan di Brastagi, Sumatera Utara. Mempertandingkan kategori beregu putra (lima atlet terdiri dari empat atlet bertanding, satu cadangan), perorangan putra (satu atlet). kategori beregu putri (lima atlet terdiri dari empat atlet bertanding, satu cadangan), perorangan putri (satu atlet). Nomor catur standar klasik, cepat dan kilat. Memperebutkan 12 medali emas, 12 perak dan 12 perunggu. (*)