Beranda Headline DPR Aceh dan TAPA Kebut Pembahasan RAPBA

DPR Aceh dan TAPA Kebut Pembahasan RAPBA

Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) mengebut pembahasan RAPBA 2024. Foto: Sadhali.

Banda Aceh – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) mengebut pembahasan RAPBA 2024. Langkah ini dilakukan mengingat tenggat waktu lima hari yang diberikan Kemendagri.

Wakil Ketua DPRA, Teuku Raja Keumangan (TRK) mengatakan, pibaknya bersama tim TAPA akan membahas RAPBA siang dan malam. Ini agar selesai pada tenggat waktu yang diberikan Kemendagri.

“Dalam waktu yang singkat ini kita akan bahas siang dan malam,” kata TRK, Senin (11/2/2023).

Meskipun dalam waktu singkat, TRK memastikan pembahasan akan dilakukan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Semua kebutuhan masyarakat Aceh bakal menjadi prioritas.

“Walaupun waktu singkat ini, kita tetap sesuai dengan aturan, tetap kita buka semua, sesuai sasaran pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, stunting, dan lain sebagainya,” kata TRK.

Sementara, Anggota Banggar DPRA, Yahdi Hasan menyebut jika Kemendagri memberi waktu DPRA dan tim TAPA selama lima hari untuk membahas RAPBA 2024.

“Kemendagri memberi waktu 5 hari, dari tanggal 11 hingga 15 untuk pembahasan anggaran. Intinya ya kita kembali ke tupoksi masing-masing supaya anggaran ini lahir menjadi qanun,” kata Yahdi Hasan.

Yahdi menyebutkan, dalam pertemuan dengan Kemendagri pada Jumat (8/12/2023) lalu, anggaran Aceh diminta dibahas bersama dengan harapan menjadi qanun.

Ia menjelaskan, jika pembahasan bersama gagal dan APBA 2024 disahkan menjadi peraturan gubernur (pergub), maka ini sangat merugikan masyarakat Aceh.

Politisi Partai Aceh itu mengaku telah memasukkan sejumlah program pokok pikiran dari masyarakat dalam RAPBA 2024. Program ini, kata Yahdi, akan dibahas kembali dalam rapat nantinya.

“Kemarin kita sudah masukkan dalam pembahasan, nanti kita sesuaikan sesuai porsi anggaran, pendapatannya berapa, belanja berapa, kita sesuaikan, yang penting kebutuhan masyarakat di lapangan apa saja permintaan mereka sudah kita masukkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Yahdi juga menekankan pentingnya anggaran untuk penanggulangan bencana di Tanah Rencong. Ini mengingat Aceh menjadi salah satu daerah rawan bencana.

“Hari ini Aceh dilanda oleh bencana alam di semua wilayah. Jadi nanti kita lihat dulu porsi anggaran bagaimana, kita juga akan memperjuangkan permintaan masyarakat, saya berharap pembahasan RAPBA 2024 ini berjalan lancar,” harap Yahdi Hasan. [*]