Beranda Headline Puluhan Peserta dari Aceh Ikut Sertifikasi Pustakawan

Puluhan Peserta dari Aceh Ikut Sertifikasi Pustakawan

Sebanyak 10 pustakawan dan pengelola perpustakaan di Aceh mengikuti kegiatan asesmen sertifikasi pustakawan selama tiga hari, mulai tanggal 2-4 November 2023 di Aula Lantai III, Gedung B Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh.(Foto/Dok Panitia).

Banda Aceh — Sebanyak 10 pustakawan dan pengelola perpustakaan di Aceh mengikuti kegiatan asesmen sertifikasi pustakawan yang dilaksanakan oleh tim asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan dari Perpustakaan Nasional RI.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2-4 November 2023 di Aula Lantai III, Gedung B Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dibuka secara resmi oleh Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD-IPI) Aceh, Nazaruddin MLIS PhD.

Dalam sambutannya, Nazaruddin mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi bukanlah semata-mata formalitas, tetapi merupakan suatu keharusan dalam upaya mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) pustakawan yang profesional, berkualitas, dan siap bersaing dalam era informasi yang terus berkembang.

Menurutnya, kompetensi pustakawan memiliki dampak yang signifikan, tidak hanya bagi diri kita sendiri, tetapi juga bagi instansi tempat kita bekerja, dan pada akhirnya, bagi kemajuan negara kita, Indonesia.

“Sebenarnya, rencana untuk melakukan uji kompetensi ini sudah lama direncanakan, namun terkendala oleh waktu dan situasi tertentu. Kini, saatnya kita menjalankannya,” ujarnya.

Nazar juga berharap agar semua pustakawan yang mengikuti uji kompetensi ini dapat lulus dan menjadi pelopor serta pendorong bagi rekan-rekan pustakawan yang belum mendapat kesempatan kali ini.

“Kompetensi adalah modal dalam persaingan. Pustakawan yang kompeten akan lebih percaya diri sehingga mampu berdiri sejajar dengan profesi lain, dan lebih profesional dalam memberikan layanan kepada pemustaka dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Lembaga Sertifikasi Pustakawan (LSP Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Dra Endang Ernawati MLib mengatakan bahwa tujuan sertifikasi untuk mengetahui apakah pustakawan tersebut berkompeten atau tidak, karena dalam suatu profesi butuh pengakuan atau validasi apakah betul dia berkompeten dengan bidangnya atau tidak.

“Untuk membuktikan kompetensinya, seorang pustakawan harus memiliki sertifikasi pustakawan sehingga diakui oleh pihak lain,” ungkap Endang.

Turut hadir sebagai Asesor yang melakukan asesmen yakni Titiek Kismiyati dan Luthfiati Makarim dari Lembaga Sertifikasi Pustakawan Perpustakaan Nasional. (*)