Beranda Aceh Kakanwil: Moderasi Beragama Tekan Nilai Intoleransi dan Radikalisme

Kakanwil: Moderasi Beragama Tekan Nilai Intoleransi dan Radikalisme

198
0
BERBAGI

Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg mengatakan, moderasi beragama akan mampu menekan nilai intoleransi, radikalisme dan label negatif lainnya terhadap umat beragama.

Hal ini disampaikan Iqbal saat membuka kegiatan Diseminasi Moderasi dan Wawasan Kebangsaan bagi ASN pada tugas dan fungsi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren secara virtual, Selasa, 18 Mei 2021. Kegiatan ini diikuti Kabid PD Pontren Kemenag Aceh Drs H Maiyusri, para Kasi pada bidang tersebut, dan Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten/Kota se-Aceh.

“Moderasi beragama bukan memoderatkan agama, tapi melahirkan cara pandang yang lebih fleksibel dan elastis. Sehingga radikalisme, intoleransi dan label negatif  tidak terjadi lagi,” kata Iqbal.

Iqbal menambahkan, pesan moderasi beragama harus disebarkan secara merata kepada seluruh elemen masyarakat, sehingga akan melahirkan sikap toleransi dan tidak saling menyalahkan antar kelompok dan golongan.

“Ketika sikap ini dimiliki oleh pejabat,  pimpinan pondok pesantren, ASN sehingga tidak ada lagi sikap saling menyalahkan dan menganggap diri benar,” ujarnya.

Di tengah masyarakat, kata Iqbal, saat ini masih ada sikap  saling menyalahkan ketika ada perbedaan sudut pandang antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, padahal persoalan tersebut menyangkut dengan hal furu’iyah.

“Karena tidak menghargai sehingga menjadi kekhawatiran munculnya permasalahan termasuk dalam interen umat Islam itu sendiri,” ungkapnya.

Sebab itu, ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan nilai moderasi serta memahami pesan agama secara benar, sehingga agama menjadi rahmatan lil a’lamin.

“Agama memang sudah modern, cuma pola pikir dan pemahaman kita dalam beragama yang menjadi titik fokus pelaksanaan modreasi beragama ini. Ini yang dimaksudkan kegiatan moderasi beragama  bagaimana umat beragama memahami agama secara benar dan fleksibel sesuai dengan referensi dan bacaan yang dimiliki,” kata Iqbal. (R)

BERBAGI